Jangan Tukar Uang Lebaran di Jalan
BI Tetapkan 559 Titik Layanan Tukar Uang di Bank
menukar uang di jalan bisa menimbulkan beberapa risiko seperti rentan terdapat uang palsu dan tertular Covid-19 karena transaksi dilakukan berdekatan
Penulis: Siti Fatimah | Editor: Adityas Annas Azhari
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Beberapa hari jelang Idulfitri, penjaja penukaran uang di jalan bermunculan di sejumlah jalan di Kota Bandung. Jasa penukaran uang di jalan atau biasa disebut inang-inang ini menawarkan penukaran uang baru. Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Barat mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menukar uang di jalan-jalan .
"Bank Indonesia senantiasa berkoordinasi dengan perbankan dan penyelengara jasa pengolahan uang rupiah untuk memastikan tersedianya uang yang layak edar untuk mendukung pergerakan roda perekonomian Jabar dengan memperhatikan protokol pencegahan Covid-19," kata Kepala Divisi Pembayaran dan Pengedaran Uang Rupiah (SP PUR) BI Jabar, Syafii, kepada Tribun, Selasa (19/5).
Ia mengatakan, sejalan dengan upaya menekan penyebaran Covid-19, layanan penukaran uang kepada masyarakat hanya disediakan melalui loket di bank yang ada di wilayah Jabar. BI bekerja sama dengan perbankan telah menetapkan 559 titik layanan penukaran selama Ramadan 2020 ini.
Menurut Syafii, menukar uang di jalan bisa menimbulkan beberapa risiko seperti rentan terdapat uang palsu dan tertular Covid-19 karena transaksi dilakukan berdekatan. Hal ini berbeda dengan transaksi di bank yang sudah menerapkan protokol kesehatan.
"Kami hanya memberi imbauan. Koordinasi dengan instansi lain sifatnya hanya untuk menertibkan agar keberadaan mereka tidak mengganggu lalu lintas," katanya. (siti fatimah)