Minggu, 26 April 2026

Bisnis Catering Jelang Idulfitri, Freestyle Catering Hadirkan Ketupat Beras Merah

Tak terasa enam hari lagi sudah datang Hari Raya Idulfitri. Di momen spesial itu, ketupat dan opor menjadi menu makanan yang "wajib" dinikmati.

Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Giri
ISTIMEWA
Ketupat buatan Freestyle Catering 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tak terasa enam hari lagi sudah datang Hari Raya Idulfitri. Di momen spesial itu, ketupat dan opor menjadi menu makanan yang "wajib" dinikmati.

Namun, sayangnya selama masih ada pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tidak akan ada kegiatan halal bihalal atau open house yang biasanya diadakan.

Di balik menghilangnya kegiatan sosial yang biasanya dilakukan masyarakat, para pelaku usaha kecil menengah di bidang catering pun terkena imbasnya.

Jika biasanya pesanan menu makanan saat bulan Ramadan selalu ramai karena banyaknya kegiatan, kali ini terasa sangat berbeda.

Untuk mempertahankan diri di kondisi seperti ini, satu di antara catering yang ada di Bandung, Freestyle Catering, membuat sebuah strategi baru.

Begal Payudara Mulai Resahkan Warga Karawang, Ini Ciri-ciri Pelakunya

Pemkot Bandung Keluarkan 7 Poin Relaksasi Pembayaran PBB, Satu di Antara Boleh Bayar Pakai Sampah

Pemilik usaha Freestyle Catering, Puspita Yuli, mengatakan biasanya menjelang Idulfitri klien banyak yang antre.

"Biasanya mereka pesan untuk saat Lebaran dan untuk halal bihalal. Kalau sekarang enggak akan bisa halal bihalal, kan, ya, makanya saya menyasar yang di rumah-rumah saja," ujar Puspita saat dihubungi Tribun, Selasa (12/5/2020).

Untuk Lebaran tahun ini, ia pun memproduksi ketupat khusus dinikmati untuk rumahan, dan ia bersyukur peminatnya cukup banyak.

Berbeda dengan ketupat biasanya, Freestyle Catering menghadirkan ketupat yang dibuat dengan nasi merah. Ia pun menghadirkan promo early bird yang telah ditutup pada 10 Mei 2020.

Terminal Indramayu Tanpa Aktivitas, Kini Beralih Fungsi Jadi Lahan Parkir Masyarakat Berbelanja

Kilas Balik Persib Bandung 17 Mei 2010: Gonzales Penentu Kemenangan Atas Sriwijaya FC di Jalak

"Ketupat yang saya buat memang beda karena menggunakan nasi merah dan bumbunya racik sendiri," ujarnya.

Untuk pemesanan ketupat, Puspita mengatakan saat ini memang tidak bisa menampung kuota yang cukup banyak karena karyawan yang bekerja di tempatnya tidak bisa ditambah lagi karena keadaan.

"Dalam sehari dibatas kuota 30 hingga 35 orang karena satu orang bisa pesan sampai 10 porsi," ujarnya.

Selama lima tahun, ketupat Lebaran di Ffreestyle Catering, diakui Puspita, menjadi menu yang diandalkan karena pelanggannya sudah percaya akan kualitas rasanya.

Dalam proses pembuatannya, Puspita mengatakan, ketupat dimasak dengan steril dan dijaga ketat kebersihannya. Hal inilah yang memengaruhi rasa dan daya tahan si ketupat. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved