Virus Corona di Jabar
Sudah Dua Hari Ini PDP di Ciamis Tak Bertambah, 21 Wilayah Berubah Jadi Zona Putih
Dari 1.896 ODP tersebut, sebanyak 1.853 orang sudah menyelesaikan masa ODP-nya. Sedangkan 43 lainnya masih dalam pemantauan.
TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Sejak diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyeluruh di 27 kecamatan di Kabupaten Ciamis sejak Rabu (6/5/2020) pertumbuhan kasus terkait penyebaran Covid-19 melambat.
Tidak ada penambahan kasus positif Covid yang baru.
Bahkan dua hari ini sejak Senin (11/5) tidak ada pasien PDP (pasien dalam pengawasan) berindikasi corona asal Ciamis yang dirawat di ruang isolasi khusus (RIK) rumah sakit baik itu di RSU Ciamis, RSU Kota Banjar maupun di rumah sakit di Tasikmalaya.
• Hari Ini 7 Orang Dinyatakan Positif Covid-19 di Kota Cimahi, Padahal Sempat Tidak Ada Penambahan
“Sudah dua hari Ciamis tanpa pasien PDP. Tak ada PDP baru dan total PDP sudah menyelesaikan masa PDP-nya,” ujar juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Ciamis dr Bayu Yudiawan MM kepada Tribun Selasa (12/5).
Sejak penanganan Covid-19 ada 52 orang PDP asal Ciamis.
Mereka sempat dirawat di ruang isolasi di RSU Ciamis, RSU Kota Banjar dan RS di Tasikmalaya.
Kini ke-52 orang PDP tersebut sudah menyelesaikan masa PDP-nya. Sebanyak 42 orang sembuh, namun sepuluh orang diantaranya meninggal dunia saat dirawat di ruang isolasi.
Dua pasien PDP terakhir asal Ciamis yang dirawat di RSU Kota Banjar dan dinyata sembuh Minggu (10/5).
• Kurir Ganja di Cimahi Kelabui Jasa Pengiriman, Tulis Paket Isi Sabun dan Kosmetik, Bosnya Anak SMP
Dengan tidak adanya pasien PDP tersebut, selama dua hari ini 21 wilayah kerja puskesmas di Ciamis yang semula masuk zona kuning kini berubah jadi zona putih.
Di zona putih ini tidak ada PDP, ODP apalagi pasien positif Covid. Lebihnya 14 wilayah puskesmas masuk zona hijau dan 2 wilayah puskesmas masuk zona merah (Pamarican dan Banjarsari).
Sementara jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Ciamis sampai Selasa (12/5) masih berjumlah lima orang.
Dua orang dinyatakan sudah sembuh, tiga lainnya masih menjalani masa isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Sedangkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) selama dua hari terakhir bertahan diangka 1.896 orang, tidak ada penambahan ODP baru.
Dari 1.896 ODP tersebut, sebanyak 1.853 orang sudah menyelesaikan masa ODP-nya. Sedangkan 43 lainnya masih dalam pemantauan.
Sampai Selasa (12/5) pukul 12.00 siang total pemudik yang sudah masuk Ciamis sebanyak 41.208 orang atau bertambah 142 orang dibanding hari sebelumnya.
Dari 41.208 pemudik atau pelaku perjalanan (PP) sebanyak 36.077 orang sudah selesai masa pemantauan dan 5.131 orang lainnya masih dalam pemantauan.
Selama masa penerapan PSBB sejak Rabu (6/5) ada kecenderung penurunan rata-rata kedatangan pemudik daerah zona merah yang hanya berada di kisaran 100 sampai 300 orang/hari. Kecuali pada akhir pecan Sabtu (9/5) sore hingga Minggu (10/5) siang, Gugus Tugas Covid-19 Ciamis mendata ada 1.070 pemudik yang pulang ke Ciamis pada akhir pe-kan tersebut.
• Bupati Garut Tunjuk Nurdin Yana Jadi Plh Sekda, Sepeninggal Deni Suherlan
Menurut Kadinkes Ciamis dr H Yoyo MKes pada rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Ciamis, Selasa (12/5) sore, dalam penanganan penyebaran covid-19 di Ciamis lebih focus pada pemantauan dan pengawasan para pemudik terutama yang berasal dari daerah zona merah.
Pemeriksaan kesehatan yang ketat di posko pintu akses masuk Ciamis merupakan proses awal, setelah itu pengawasan dan pemantauan ditingkat RT/RW terhadap para pemudik.
“Ciamis tidak menyediakan lokasi isolasi komunal atau tersentral karena beresiko terjadinya penyebaran sesama pemudik. Tapi di Ciamis para pemudik harus melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing dengan disiplin,” ujar dr Yoyo dihadapan rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Ciamis yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Ciamis, Syarif Sutiarsa tersebut (andri m dani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kapolres-ciamis_pasar-manis.jpg)