Pasar di Kota Bandung Sudah Miliki Minilab Food Security, Ini Fungsinya
Kota Bandung sudah memiliki minilab food security yang tersebar di pasar tradisional dan modern.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan), Gin Gin Ginanjar, mengatakan Kota Bandung sudah memiliki minilab food security yang tersebar di pasar tradisional dan pasar modern.
Menurutnya, pengawasan terhadap keamanan pangan segar termasuk daging sapi di pasar tradisional dan pasar modern pun sudah secara rutin dilaksanakan.
"Selain itu pedagang daging sapi di Kota Bandung pada umumnya sudah mengetahui dan bisa membedakan antara daging sapi dan daging babi dilihat dari warna dan tekstur dagingnya," ujar Gin Gin, saat dihubungi, Selasa (12/5/2020).
• Anggota Dewan Kuningan Prihatin Jika Benar Ada Penyunatan Bantuan Sosial
Selama ini, kata dia, pelaporan untuk pemeriksaan keamanan pangan segar secara rutin selalu dilaporkan oleh petugas minilab food security yang berada di pasar tradisional maupun di pasar modern melalui aplikasi E-Wasmut.
"Sehingga bila ada temuan yang mencurigakan akan dapat diketahui secara cepat. Apabila masyarakat masih merasa waswas terhadap produk daging yang dijual, bisa minta langsung dicek ke minilab food scurity yang ada di pasar setempat," katanya.
• Ribuan Karyawan Dua Perusahaan di Kabupaten Sukabumi Demonstrasi karena Pembayaran THR Dicicil
Tindakan selanjutnya, sambung Gin Gin, selain melalui minilab food security pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap pedagang sayur keliling di lingkungan warga.
• 34 Pasar Tradisional di Kota Bandung Disidak untuk Deteksi Daging Babi, Ini Hasilnya
"Kami juga bersama Dinas Perhubungan akan melakukan pemeriksaan di beberapa perbatasan kota terhadap masuknya pangan khususnya daging segar ke Kota Bandung," ucapnya. (*)