Cerita Inspiratif
Kisah Acep Yunus Imanudin yang Tegar dan Kuat Meski Tak Punya Kaki: Allah Sudah Beri yang Terbaik
Acep yang disabilitas saja bisa berusaha keras, apalagi yang memiliki tubuh normal. Jangan pernah malu punya usaha apa pun..
Penulis: Firman Suryaman | Editor: Arief Permadi
Oleh Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman
VIDEO seorang pemuda disabilitas berjualan makanan ringan di sebuah jalan di Kota Bandung tengah viral. Dalam video itu, pemuda yang tak memiliki kedua kaki ini berjalan dengan kedua tangannya sambil menarik boks plastik berisi dagangannya.
Pemuda itu tak lain Acep Yunus Imanudin (25), warga Kampung Aboh, RT 05/RW 01, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Di sekitar tempat tinggalnya, Acep bergaul seperti biasanya. Bahkan ia termasuk pemuda yang supel. Tetangga sebayanya pun tak canggung berteman dengan Acep.
Acep mengaku berjualan makanan ringan sejak April 2016 dan ia tidak merasa terganggu memiliki tubuh tidak sempurna seperti itu. "Saya tidak malu atau minder. Buat apa. Toh Allah sudah memberikan yang terbaik buat saya, walau seperti ini," kata Acep saat ditemui di rumahnya, Minggu (10/5).
Acep menuturkan, awalnya ia hanya memiliki modal usaha Rp 50 ribu. Saat itu ia membuat puluhan bungkus keripik singkong buatan ibunya. Kemudian ia mulai memasarkan produk ibunya itu di sekitar Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Di luar dugaan, dagangannya laku. Ludes dalam waktu singkat.
"Dari situ saya terus berupaya mengembangkan usaha. Termasuk dengan cara berjalan sambil menarik boks plastik berisi dagangannya. Boks tersebut sudah diberi roda di bawahnya sehingga tidak seret," ujar Acep.
Ditanya kenapa sampai bisa berjualan di Bandung, Acep mengaku hanya ingin menambah pengalaman. "Itu video sudah agak lama. Sebelum ada wabah Covid-19. Ada yang beli tapi sambil mideo saya," kata Acep sambil tersenyum.
Selain itu, Acep ingin tindakannya itu dijadikan bahan renungan, betapa yang disabilitas saja bisa berusaha keras, apalagi yang memiliki tubuh normal. Jangan pernah malu punya usaha apa pun. Yang penting halal.
"Usaha saya sebenarnya di Tasikmalaya. Saya biasa jualan keliling dengan cara seperti ini. Sama seperti pedagang lainnya, kadang laku banyak kadang juga sepi," ujar Acep.
Inspirasi
Usaha jualan makanan ringan yang kini ditekuni Acep ternyata terinspirasi oleh suami-istri difabel di Bandung. "Saat itu saya melihat tayangannya di televisi. Ada suami-istri difabel jadi perajin keripik singkong," kata Acep.
Asep mengaku tak pernah menyangka bahwa kerja kerasnya mendatangkan hasil. Tak hanya berjualan keripik singkong, Acep juga menjual goreng kacang polong, cheese stick, emping manis, dan makaroni.
Setahun lalu Acep sudah mampu mencicil sebuah sepeda motor bak roda tiga. Dengan modifikasi di bagian kendali mesin, Acep bisa mengemudikan motor tersebut. "Jadi, sekarang saya bisa lebih banyak membawa barang dagangan yang disimpan di bak. Saat jualan keliling tetap memanfaatkan boks plastik yang ditarik badan saya," kata Acep.
Bangga
Uus Rustia (61), ibu kandung Acep, mengatakan, Acep mengalami disabilitas sejak lahir. "Tidak punya kaki. Acep adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara. Tapi alhamdulillah saat ini Acep sudah bisa mandiri," kata Uus.
Uus mengungkapkan, ketika usia kehamilan mencapai delapan bulan, ada dua peristiwa yang dirasa menjadi firasat Acep terlahir tanpa memiliki kaki. "Pertama saya bermimpi ada ular menggantung di pintu kamar. Lalu ular itu jatuh dan ternyata tidak panjang seperti biasanya," ujar Uus.
Peristiwa kedua, suatu hari Uus merasa terenyuh melihat ada orang tidak memiliki kaki. Ia mengaku sampai mau menangis melihat orang tersebut.
"Tapi adanya kedua peristiwa itu tidak membuat saya khawatir. Setelah Acep lahir, barulah saya teringat kedua peristiwa itu. Mungkin Allah ingin memberitahu lebih dulu. Biar saya tidak syok," kata Uus.
Uus bersyukur Acep tumbuh menjadi pemuda yang tidak minder. Ia bergaul seperti pemuda lainnya. "Bahkan kini ia berupaya hidup mandiri dengan jualan aneka makanan ringan. Saya bangga," kata Uus. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/yunus-imanudin-pemuda-tasik-tanpa-kedua-kaki.jpg)