Breaking News:

Cara Penyapu Koin Mengais Rezeki di Jembatan Sewo Indramayu Tergolong Ekstrem dan Menantang Maut

Cara penyapu koin mengais rezeki di Jembatan Sewo tergolong ekstrem dan berbahaya.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/ Handhika Rahman
Penyapu koin di Indramayu 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Cara masyarakat mengais rezeki dengan menyapu koin di Jembatan Sewo Kabupaten Indramayu tergolong ekstrem dan menantang maut.

Pasalnya, jembatan yang berada di perbatasan Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Subang itu merupakan akses utama Jalur Pantura Jawa yang biasa dilintasi ribuan kendaraan berbagai ukuran setiap harinya.

Tidak jarang pengendara yang melintas itu melaju dengan kecepatan tinggi.

Hal ini yang kerap mengakibatkan kecelakaan, terutama saat momen mudik Lebaran di mana volume kendaraan semakin meningkat.

Seorang penyapu koin, Carta (40) mengatakan, tidak sedikit para penyapu jalan termasuk dirinya hampir tertabrak mobil yang melintas.

"Sudah banyak yang kecelakaan, yang terserempet," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di Jembatan Sewo, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Kamis (7/5/2020).

Disampaikan dia, mereka yang mengalami kecelakaan biasanya tidak berhati-hati.

Saat hendak mengambil koin mereka tidak melihat ada kendaraan yang melaju karena takut koin yang dilempar direbut penyapu koin di dekatnya.

Hal ini pula yang membuat polisi selalu membubarkan penyapu koin setiap kali momen Lebaran tiba karena dikhawatirkan akan terjadinya kecelakaan.

"Setiap mau Lebaran pasti dikejar-kejar polisi, saya juga sampai lari ke sana," ujar dia.

Karena sudah merupakan tradisi sejak zaman dahulu dan komitmen para penyapu koin agar lebih berhati-hati, pihak polisi pun mengizinkan namun tetap melakukan pengawasan.

Kendati demikian, pemandangan Jembatan Sewo yang didapati penyapu koin menjelang Lebaran tahun ini terlihat sangat berbeda.

Jumlah dari para penyapu koin terhitung sangat sedikit jika dibanding tahun-tahun sebelumnya yang memenuhi jembatan di perbatasan dua daerah tersebut.

"Biasanya kalau sekarang itu sudah ramai, panjang sampai sana. Tapi sekarang lagi musimnya corona, cuma sedikit, kendaraan juga dikit yang lewat," ujar dia.

Terapkan PSBB, Ini yang Ditakutkan Bupati Majalengka

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved