Kamis, 16 April 2026

VIDEO 109 Kendaraan Luar Daerah yang Hendak Masuk Sukabumi Diminta Putar Balik oleh Polisi

Ada 109 kendaraan luar daerah yang hendak masuk Sukabumi diputarbalikkan polisi.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: yudix

Laporan Reporter Tribun Jabar M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Sejak dilakukannya pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2020, tim gabungan Polres Sukabumi, TNI, Dishub dan dinas terkait, sudah memutarbalikkan seratus lebih kendaraan yang hendak masuk ke Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Ada 109 kendaraan luar daerah Sukabumi yang diputarbalikkan polisi bersama tim gabungan.

Polisi melakukan penyekatan di sejumlah perbatasan Kabupaten Sukabumi, di antaranya di Pos Pam Benda Cicurug berbatasan dengan Bogor, Pos Pam Cikembang berbatasan dengan Sukabumi Kota.

Pos Pam PJR Cibolang berbatasan dengan Sukabumi Kota, dan Pos Pam Gunung Butak berbatasan dengan Provinsi Banten.

Kanit Regident Satlantas Polres Sukabumi, Iptu Arta Dwi Kusuma STK, mengatakan, penyekatan dalam Operasi Ketupat Lodaya 2020 dilakukan sejak tanggal 24 April.

"Kamu melaksanakan cek poin, operasi ini dari tanggal 24 April, hingga nanti selesai 30 Mei apabila tidak ada perpanjangan dari pimpinan pusat," kata Arta kepada Tribunjabar.id, di Pos Pam Gunung Butak, Kecamatan Palabuhanratu, Kamis (30/4/2020).

Arta menyebutkan, hari Rabu, 29 April 2020, kemarin, ada 4.816 kendaraan yang masuk ke Kabupaten Sukabumi, serta 4.055 kendaraan keluar.

Mengantisipasi kendaraan luar Sukabumi yang masuk, Arta menambahkan, pihaknya langsung melihat identitas pengendara.

"Untuk dari pelat yang luar daerah, kami minta alamat KTPnya dan apabila alamat di KTPnya bukan di daerah Sukabumi, kami melaksanakan imbauan kepada pengguna tersebut. Yang pertama masalah tentang kesehatan sendiri, di mana pengendara harus menggunakan masker, melengkapi diri dengan hand sanitizer, dan lain sebagainya," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga memutarbalikkan kendaraan dengan pelat luar daerah Sukabumi.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

"Yang kedua kami memutarbalikkan ke daerah asalnya di mana dia tinggal, untuk apa, untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran virus dari wilayah yang zona merah ke zona hijau, agar semuanya bisa sehat semua," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved