Update Data Pikobar Rabu 29 April 2020, Kasus Covid-19 atau Corona di Jabar Masih Terus Bertambah
Jumlah kasus Covid-19 atau virus corona yang terkonfirmasi di Jawa Barat masih terus bertambah.
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Widia Lestari
TRIBUNJABAR.ID - Jumlah kasus Covid-19 atau virus corona yang terkonfirmasi di Jawa Barat masih terus bertambah.
Data di situs Pikobar atau Pusat Informasi & Koordinasi Covid-19 Jabar juga terus diperbarui.
Teranyar, situs tersebut diperbarui atau di-update pada Rabu (29/4/2020) pukul 16.13 WIB.
Tercatat sudah ada 969 kasus terkonfirmasi di Jabar.
Dari jumlah tersebut, ada 103 yang sembuh dan 79 yang meninggal.
Situs Pikobar juga mencantumkan data kasus Covid-19 di seluruh Indonesia.
Sebagai perbandingan, kasus terkonfirmasi di tanah air kini sudah mencapai 9.511.
Dari jumlah itu, ada 1.254 yang sembuh dan 773 yang meninggal.
Sementara itu, data orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) di Jawa Barat juga dicantumkan dalam situs Pikobar.
• Di Tengah Wabah Corona, Sepupu Raffi Ahmad Ceritakan Berita Duka, Ibunya Ruppe Meninggal Keracunan
Dalam data tersebut, total ODP di Jabar sudah mencapai 40.446 orang.
Ada 8.653 (21,39%) yang masih dalam proses pemantauan dan 31.793 (78,61%) yang selesai pemantauan.
Kemudian, di Jawa Barat, ada 4.704 total PDP.
Dari jumlah itu, ada 1.879 (39,94%) yang dalam proses pengawasan dan 2.825 (60,06%) yang selesai pengawasan.
Bagi Anda yang ingin melihat peta sebaran virus corona di Jabar bisa mengakses tautan atau link ini: LINK.
Data Kemarin
Data situs Pikobar pada Selasa (28/4/2020) 15.43 WIB juga telah dimuat TribunJabar.id sebelumnya.
Berdasarkan data di situs tersebut, kasus terkonfirmasi di Jabar sebelumnya berada di angka 951.
Dari jumlah itu, yang sembuh sudah mencapai 96.
Kemudian, yang meninggal telah mencapai 78.
Total orang dalam pemantauan atau ODP di Jawa Barat kemarin mencapai 39.281.
Namun, dari jumlah itu, sudah ada 30.423 (77,45%) yang selesai pemantauan.
• Wali Kota Tanjungpinang Meninggal karena Corona, Istri dan Dokter Pribadi Juga Positif Covid-19
Sedangkan, ODP yang masih dalam proses pemantauan mencapai 8.858 (22,55%).
Di Jabar, total pasien dalam pengawasan atau PDP-nya kemarin mencapai 4.439.
Dari jumlah tersebut, sudah ada 2.373(53,46%) yang selesai pengawasan.
Kemudian, ada 2.066 (46,54%) yang masih dalam proses pengawasan.
Hasil Rapid Test Negatif Jangan Santai
Kini rapid test Covid-19 sedang digalakkan di tanah air dalam rangka penanganan wabah virus corona.
Rapid test ini diperuntukkan bagi orang-orang yang sebelumnya melakukan kontak erat dengan yang dinyatakan positif Covid-19.
Hasil tes tersebut akan menunjukkan apakah positif atau negatif.
Jika hasil rapid test negatif, Anda jangan santai-santai dulu dan asal bepergian keluar rumah.
Ada beberapa hal penting yang harus dilakukan, meskipun hasil rapid test negatif.
Anda harus tetap melakukan jarak fisik dan diharapkan tetap berada di rumah.
Dari informasi yang dibagikan akun Instagram Kemenkes RI, ini yang mesti dilakukan:
1. Maka Anda diharapkan tetap berada di rumah dan lakukan jaga jarak fisik (physical distancing) dengan anggota keluarga.
2. Lakukan tes ulang tujuh sampai 10 hari kemudian di fasilitas layanan kesehatan.
3. Bila Anda memerlukan konsultasi dapat menghubungi layanan digital health (SehatPedia, Halodoc, Alodokter, SehatQ, KlikDokter, doktersehat, dll).
Lalu bagaimana jika hasilnya positif?
• Bantuan Sosial Selama Pandemi Corona Dikhawatirkan Disulap Jadi Alat Peraga Kampanye Terselubung
Jika hasil rapid test dinyatakan positif, maka ada beberapa hal yang perlu diketahui.
Berikut yang dinformasikan akun Kemenkes RI:
1. Bila tidak mengalami gejala seperti demam, batuk, gatal tenggorokan, dan sesak napas, maka tetaplah diam di rumah.
Anda harus melakukan isolasi mandiri serta hubungi layanan digital health.
2. Bila muncul gejala seperti (demam, batuk, gatal tenggorokan, dan sesak napas) yang memberat, segera hubungi fasilitas layaman kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
3. Bila Anda memerlukan konsultasi dapat layanatestigitam health.
Anda bisa mengakses SehatPedia, Halodoc, Alodokter, SehatQ, KlikDokter, Good Doctor, ProSehat, doktersehat, dan lain-lain.
Cara Isolasi Diri Sendiri
Virus corona menginfeksi tubuh dan menyerang saluran pernapasan manusia.
Umumnya, pasien yang terkena virus corona akan mengalami demam, batuk, hingga sesak napas.
Namun, ada juga yang positif Covid-19 tapi hanya mengalami gejala ringan.
Nah agar terhindar dari virus corona ada tips yang bisa kita lakukan masing-masing di rumah.
Tips ini dibagikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona Achmad Yurianto bagi orang-orang yang akan melakukan pemeriksaan.
Seperti yang ditayangkan Kompas TV yang diunggah di channel Youtube berjudul 'Jubir Covid-19: Detergen Ampuh Bunuh Virus Corona! , Yuri menyebut, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan.
Pertama, yang harus dilakukan adalah mengisolasi diri.
Diam di rumah dan membatasi jarak dengan orang lain setidaknya satu meter.
Kemudian, ia menyarankan untuk sementara harus tidur sendirian dulu.
Selanjutnya, tips penting lain yaitu harus menggunakan alat makan dan minum yang terpisah dengan orang lain.
Achmad Yurianto menjelaskan, setelah makan alat makan dan minum yang dipakai harus segera dicuci menggunakan sabun.
Ia menyebut, bungkus virus akan pecah mati jika terkena deterjen sehingga virus corona tersebut akan mudah mati.
Berikut ini penjelasannya:
"Sebenarnya yang bisa kita lakukan sebelum kita melakukan pemeriksaan secara definitif secara pasti lakukan self isolited segera di rumah,
gunakan masker yang proper, upayakan ada social distance seperti yang sudah disampaikan Bapak Presiden setidaknya-tidaknya semeter
kenapa karena kita tahu kemungkinan droplet yang keluar itu sekitar semeteran
sehingga kita bisa menjaga keluarga kita, sementara mungkin kalau tidur sendiri dulu
terus yang paling penting adalah tidak berbagi penggunaan alat makan minum,
pakai alat makan minum terpisah bukan berarti sekali pakai buang, tidak,
silakan pakai yang ada di rumah tetapi yakinkan selesai dipakai langsung dicuci dengan sabun
karena kita tahu bahwa virus ini bungkusnya envelope-nya sangat rapuh jika terkena deterjen dia akan gampang pecah,
dan kalau itu pecah virusnya akan gampang mati. Jadi ini yang penting."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pemakaman-pdp-sukabumi_2904.jpg)