Bantuan Sosial Selama Pandemi Corona Dikhawatirkan 'Disulap' Jadi Alat Peraga Kampanye Terselubung
Terbaru, viral kabar seorang bupati di Jawa Tengah saat ini yang mem-branding dirinya pada berbagai paket bantuan penanganan pandemi Covid-19.
TRIBUNJABAR.ID - Mendekati Pilkada Serentak 2020, fenomena tindakan moral hazard mulai bermunculan.
Terbaru, viral kabar seorang bupati di Jawa Tengah saat ini yang mem-branding dirinya pada berbagai paket bantuan penanganan pandemi Covid-19 yang berasal dari dana pemerintahan dan bukan dana pribadi yang bersangkutan.
Pengamat Politik Indekstat Ary Santoso mengatakan di tengah pandemi Covid-19 ini, Kepala daerah terutama yang berstatus petahana pada kontes Pilkada Serentak 2020 dimohon tidak menggadaikan moralnya dengan melakukan kampanye terselubung.
Kementerian Dalam Negeri sebagai pengampu pemerintah daerah bersama dengan KPU perlu memberi perhatian lebih pada aspek fairness dalam pelaksanaan Pilkada, terutama bila betul-betul akan dilaksanakan pada bulan Desember nanti.
Menurutnya, tindakan abuse of power seperti yang dilakukan oleh kepala daerah akan semakin marak terjadi menuju Pilkada 2020 terutama kepala daerah yang akan mencalonkan kembali pada pilkada serentak Desember tahun ini.
Mengingat tahapan pilkada seperti proses kampanye tatap muka yang sulit untuk diadakan.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Politisasi Bansos saat Corona, Pengamat Khawatir Banyak Kampanye Terselubung Mendekati Pilkada, https://www.tribunnews.com/corona/2020/04/29/politisasi-bansos-saat-corona-pengamat-khawatir-banyak-kampanye-terselubung-mendekati-pilkada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/hand-sanitizer-ditempeli-sticker-wajah-bupati-klaten.jpg)