Pemprov Jabar Salurkan 23.700 Paket Bantuan, 1.659 Dikembalikan, Ini Alasannya
Dari 27 kota kabupaten di Jabar, katanya, baru 13 kota/kabupaten yang sudah beres menyerahkan data penerima bantuan.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Daud Achmad, mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyalurkan 23.700 paket bantuan sosial provinsi kepada keluarga terdampak Covid-19.
Dari jumlah tersebut, tujuh persen di antaranya atau 1.659 paket bantuan dikembalikan atau diretur kepada pemerintah provinsi akibat data penerima yang tidak sesuai.
"Bantuan yang dikembalikan di antaranya ditolak masyarakat, ada ketidaksesuaian NIK, dan ada hal lain yang menyebabkan bantuan tersebut dikembalikan. Terhadap barang-barang yang tidak tahan lama seperti telur telah disalurkan pada panti sosial," kata Daud di Gedung Sate, Rabu (29/4/2020).
Daud mengatakan penolakan dari masyarakat terjadi karena kurangnya informasi yang didapatkan dari kepala desa atau RT dan RW setempat.
Bukan berarti banyak warga yang membutuhkan tidak kebagian, katanya, tetapi bantuan dalam sembilan pintu ini turun tidak berbarengan waktunya.
Tak hanya kades, kata dia, pihaknya juga menerima aduan di Pikobar. Dari 42 ribu aduan yang masuk, 58,8 persen mengenai bansos. Dari angka 58,8 persen tersebut, 70 persennya aduan mengenai permintaan bansos provinsi. Sisanya bansos pusat, bupati, wali kota, dan bansos lainnya.
• Anggota DPRD Kota Bandung dari PSI Dorong Disdik Bandung Tangguhkan Pembayaran Uang Sekolah
Dia pun memastikan pendataan penerimaan bantuan sosial provinsi terus dilakukan dan saat ini data masih dinamis. Berdasarkan peraturan gubernur, katanya, pendataan itu dimulai dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), program keluarga harapan (PKH), maupun bantuan pangan nontunai (BPNT).
• Pikap Tabrak Mobil Boks yang Mogok di Tol Cipularang, Pengemudi Luka Berat
"Yang sudah di-SK-kan 445 ribu RTS. Masalah data ini memang dinamis. Kami harap data ini datang dari RW, berjenjang kemudian sampai ke tingkat provinsi diajukan oleh bupati/wali kota, by name by address, diiringi surat tanggung jawab mutlak," ujarnya.
• Bantuan Terus Mengalir, Gugus Tugas Kota Bandung Masih Kekurangan Barang Jenis Ini
Dari 27 kota kabupaten di Jabar, katanya, baru 13 kota/kabupaten yang sudah beres menyerahkan data penerima bantuan. Pihaknya berharap pekan ini data bisa masuk semua. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/polres_cianjur_2904.jpg)