Selasa, 19 Mei 2026

Bantuan Terus Mengalir, Gugus Tugas Kota Bandung Masih Kekurangan Barang Jenis Ini

Semua bantuan, kata Elly, harus tercatat agar bisa dipertanggungjawabkan dengan baik.

Tayang:
Penulis: Tiah SM | Editor: Giri
Tribun Jabar/Isal Mawardi
Elly Wasliah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Meski bantuan terus mengalir, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung ternyata kekurangan dan sangat membutuhkan sarung tangan, vitamin, dan thermo gun. Sejumlah barang tersebut dibutuhkan para petugas di check point selama pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Koordinator Bidang Logistik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Elly Wasliah, yang juga Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung mengungkapkan saat PSBB, yang sangat dibutuhkan adalah thermo gun.

Pihaknya baru menyediakan satu thermo gun di tiap titik check point PSBB Kota Bandung.

"Dari puskesmas yang mengisi check point dua, jadi baru tiga. Idealnya itu lima thermo gun agar antrean di check point tidak terlalu panjang," ujar Elly di Balai Kota Bandung, Rabu (29/4/2020).

Elly mengatakan, stok thermo gun pun hanya lima unit dari Universitas Khatolik Parahyangan.

Selain thermo gun, pihaknya saat ini juga butuh sarung tangan kain dan vitamin. Kami tidak menerima uang tapi hanya barang.

Dia mengungkapkan, gugus tugas sudah mendistribusikan bantuan yang diterima dari berbagai pihak. Sebelumnya, barang-barang itu dicatat dan disimpan dengan baik.

"Semua bantuan yang kami terima lewat Gugus Tugas baik dari BUMN, akademisi, pengusaha, komunitas, kami terima, catat dan disimpan di gudang logistik untuk dilaporkan sebelum didistribusikan," katanya.

Semua bantuan, kata Elly, harus tercatat agar bisa dipertanggungjawabkan dengan baik.

Bantuan yang diterima juga wajib dilaporkan kepada Ketua Harian Gugus Tugas yaitu Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna, yang selanjutnya diberi arahan oleh Wali kota dan Wakil Wali Kota.

"Setelah ada arahan, baru kami eksekusi pendistribusian bantuannya. Ada APD (alat pelindung diri), sembako, dan yang lainnya. Berita acara penerimaan pendistribusian ada di kami," katanya.

Sedangkan bantuan untuk masyarakat, Elly memastikan pihaknya harus berhati-hati agar tidak ada duplikasi penerima bantuan. Sebab bantuan ada dari berbagai pihak seperti pemerintah pusat, provinsi, kota, serta bantuan dari pihak lainnya.

"Jangan sampai orang yang menerima itu lagi-itu lagi, harus berhati-hati dalam memberikan bantuan. Kami juga kerja sama dengan FBS (Forum Bandung Sehat) yang menyalurkan bantuan ke yayasan atau panti yatim piatu dan jompo, atau yang belum terbidik," katanya.

Petugas Pencatat Meteran PDAM Tak Akan Datang, Pelanggan di Kota Bandung Harus Lakukan Ini

Bagi para dermawan, BUMN, perusahaan, komunitas, atau akademisi yang ingin memberikan bantuan bisa bisa menghubungi anggota Bidang Logistik Gugus Tugas atas nama Meiwan Kartiwa di nomor telepon 08112270979.

Ikuti Usulan Gubernur Ridwan Kamil, Kabupaten Karawang Akhirnya Terapkan PSBB di 18 Kecamatan

"Bisa kontak ke Pak Meiwan, nanti teknisnya seperti apa, jenis bantuan, dibicarakan terlebih dahulu. Kalau pimpinan tidak terlalu sibuk, penerimaanya pimpinan. Bisa juga ke saya sebagai koordinator," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved