Virus Corona di Jabar
UPDATE Covid-19 Ciamis, PDP Bertambah Satu dan Pasien Positif Corona Pun Bertambah Seorang
Hingga pukul 12.00 Senin (27/4/2020) siang jumlah pasien dalam pengawasan ( PDP) di Ciamis sudah mencapai 31 orang.
Penulis: Andri M Dani | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani
TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Hingga pukul 12.00 Senin (27/4/2020) siang jumlah pasien dalam pengawasan ( PDP) di Ciamis sudah mencapai 31 orang. Atau bertambah satu orang dibanding hari sebelumnya.
Menurut juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Ciamis, dr Bayu Yudiawan Senin (27/4) dari 31 pasien dalam pengawasan (PDP) tersebut sebanyak 20 orang sudah menyelesaikan masa PDP-nya.
Dari 20 orang tersebut, sebanyak 15 orang sembuh sementara lima orang meninggal dunia saat menjalani masa PDP-nya.
• 167 Usaha Kuliner Kreatif di Ciamis Terimbas Covid-19, Lima Di Antaranya Terpaksa Tutup
Sedangkan 11 orang lainnya masih menjalani masa PDP. Mereka menjalani masa PPD-nya di ruang isolasi RSU Ciamis, RSU Kota Banjar maupun di rumah sakit di Tasikmalaya.
Dari 14 bed kapasita ruang isolasi khusus (RIK) di RSU Ciamis , per tanggal 27/4 terisi lima bed. Dari 11 PDP, sebanyak lima orang dirawat di RSU Ciamis. Lebihnya di RSU Kota Banjar dan di rumah sakit di Tasikmalaya.
• Pasien Positif Covid-19 di Kota Cimahi Bertambah, Ini Data Terakhir
Sementara jumlah pasien terkonfirmasi positip Covid-19 di Ciamis, Senin (27/4) bertambah satu orang menjadi 4 orang. Pasien terbaru adalah remaja putri, usia 16 tahun .
Dari 4 orang kasus positip Covid-19 tersebut dua orang diantaranya sudah sembuh sementara dua orang lagi menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing di kecamatan yang sama di wilayah Ciamis Selatan tersebut
Isolasi mandiri terhadap dua pasien terkonfirmasi positip tersebut dilakukan karena kondisi umum (KU)nya baik. Dan cenderung tanpa gejala (OTG). Mereka mendapatkan layanan homecare dari petugas medis termasuk survailans yang melakukan swab control untukmemantau kesembuhan. Bila kondisi memburuk biasanya langsung ditarik ke ruang isolasi khusus rumah sakit (RIK RS).
Pasien tanpa gejala kalau dirawat di RS (RIK-RS) justru berpotensi mendapat infeksi nosokomial (tertular pasien lain dan atau menularkan ke pasien lain yang nota benennya orang sakit yang daya tahan tubuhnya rendah.
Selama isolasi mandiri dilakukan sesuai protocol kesehatan tidak akan terjadi penularan ke yang lain.
Sementara jumlah orang dalam pemantauan per Senin (27/4) siang tercatat sebanyak 1.805 orang atau bertambah 8 orang dibanding hari sebelumnya. Sebanyak 1.629 orang sudah menjalani masa ODP-nya. Dan 176 orang lainnya masih dalam pantauan.
Total jumlah pemudik masuk Ciamis sampai Senin (27/4) tercatat sebanyak 33.646 orang. Sebanyak 26.642 orang sudah menyelesaikan masa migrasi dalam pemantauan (MDP)-nya dan 7.004 lainnya masih dalam pantauan.
Menurut catatan Gugus Tugas Covid-19, dari total 33.646 pemudik yang tercatat sebagai migrasi dalam pemantauan (MDP) tersebut tersebar di 258 desa dan tujuh kelurahan di 27 kecamatan. Terbanyak di Kecamatan Cipaku yakni sebanyak 3.241 orang.
Lonjakan pemudik akan berbanding lurus dengan peningkatan jumlah orang tanpa gejala (OTG). Jika masyarakatnya tidak disiplin, lonjakan pemudik akan meningkatkan jumlah kasus Covid 19 di Ciamis.