Di Sentra Unggas Ciamis, Harga Ayam Pedaging Kembali Terpuruk, Sentuh Rp 9.000 Per Kilogram

Memasuki bulan Ramadan harga ayam ras pedaging di tingkat peternak di sentra perunggasan rakyat Jabar di Ciamis

Peternakan ayam 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Memasuki bulan Ramadan harga ayam ras pedaging di tingkat peternak di sentra perunggasan rakyat Jabar di Ciamis, kembali terpuruk ke kisaran Rp 9.000 sampai Rp 10.000/kg untuk jenis ayam broiler (BR) dan  Rp 13.000-Rp 14.000/kg untuk ras pedaging layer jantan (pejantan).

Padahal pertengan April lalu harga ayam BR dan layer jantan sempat naik angka rata-rata Rp 15.000/kg. Namun menjelang masuknya bulan puasa (munggahan) malah turun ke kisaran Rp 11.000 sampai Rp 12.000/kg, terutama  untuk ayam BR.

“Sekarang pekan pertama awal puasa ini harga BR jatuh ke kisaran Rp 9.000 sampai Rp 10.000/kg. Sementara layer jantan di kisaran Rp 13.000-Rp 14.000/kg,” ujar Sekretaris Perkumpulan Peternak Ayam Priangan (P2AP) Ir H Kuswara Suwarman MBA kepada Tribun, Senin (27/4/2020).

Dengan harga ayam BR Rp 9.000-Rp 10.000/kg tersebut tentu semakin jauh dari biaya pokok produksi (BPP) yakni dikisaran Rp 18.500-Rp 19.000/kg.

Satu Pasien Positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya Dikabarkan Meninggal Dunia

Sementara BPP layer jantan di kisaran Rp 27.000 samai Rp 28.000/kg, sedangkan harga ayam layer jantan hidup di kandang peternak saat ini hanya Rp 13.000-Rp 14.000/kg.

Peternak ayam ras pedaging di sentra perunggasan rakyat Jabar tersebut kini menanggung kerugian yang tidak sedikit.

Sebelumnya Ketua Gabungan Organisasi Peternakan Ayam Nasional (GO-PAN) Ir H Heri Dermawan menyebutkan selama bulan April ini kerugian yang ditanggung peternak ayam ras pedaging di Ciamis mencapai Rp 52 milyar.

 Kerugian sekitar Rp 32 milyar ditanggung peternak ayam pedaging layer jantan. Sekitar 2 juta ekor ayam layer jantan usia lewat panen tertahan di kandang tak terserap pasar.

Sementara peternak ayam BR mengalami kerugian sekitar Rp 20 milyar menyusul tertahannya 700.000 ekor ayam BR di kandang tak terserap pasar.

Pasar utama ayam ras pedaging asal Ciamis di kawasan Jabodetabek dan Bandung Raya lumpuh, baik sebelum dilaksanakan PSBB, terlebih setelah diberlakukannya PSBB di kawasan pasar potensial ayam pedaging dari Ciamis.

Peternak terpaksa menjual obral ayamnya dengan harga murah. Dan tidak sedikit pula ayam-ayam pedaging tersebut dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Bahkan banyak peternak melepas liarkan ayam-ayam mereka dari kandang untuk mencari makan sendiri.

Pemudik Masih Nekat Lintasi Jalur Pantura Indramayu, Polisi Langsung Minta Mereka Putar Balik

“Kalau dibiarkan terus di kandang, beban pakan semakin berat. Harga pakan makin mahal, sementara harga ayam makin terpuruk dan malah tidak laku,” keluh Joni, peternak ayam BR di Lingkungan Desa Kelurahan Benteng Ciamis.

Menurut Ketua GO-PAN Ir, H Heri Dermawan, dengan tingkat harga yang ambruk sampai ke titik nadir tersebut, para peternak akan enggan mengisi kandang mereka. Dua sampai tiga minggu siklus diputus. Dan hamper dipastikan pada lebaran nanti, stok ayam ras pedaging bakal langka.

Penulis: Andri M Dani
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved