Personel Polresta Bandung Usir 137 Kendaraan Pada Hari Pertama Operasi Ketupat Covid-19
Operasi Ketupat ini merupakan satu teknis dari instruksi presiden yang melarang warga mudik agar tidak terjadi penyebaran Covid-19.
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebanyak 137 kedaraan diusir personel Polresta Bandung pada pelaksanaan hari pertama Operasi Ketupat Covid-19. Operasi ini dilaksanalan untuk mencegah warga yang mudik ke kampung halamannya.
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan, mengatakan tujuan Operasi Ketupat Covid-19 ini memang mencegah orang untuk mudik.
"Jadi mengembalikan ke daerah asalnya," ujar Hendra saat dihubungi, Jumat (24/4/2029).
Menurut Hendra, Operasi Ketupat ini merupakan satu teknis dari instruksi presiden yang melarang warga mudik agar tidak terjadi penyebaran Covid-19.
"Kami mencegah orang dari Jakarta mudik ke daerah, atau dari Karawang, Bogor, Cianjur, Bekasi, terus ke Bandung, Sumedang, semuanya," kata Hendra.
Hendra mengatakan, operasi tersebut akan digelar 37 hari. Beda dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang cuma berlangsung 14 hari.
"Ini sama konsepnya mencegah orang hilir mudik di area Bandung sini. Tapi kalau Operasi Ketupat Covid-19 sifatnya nasional, mencegah orang pulau ke pulau lain atau di kota ke kota lain," kata dia.
Hendra mengungkapkan, operasi tersebut ada 17 titik di Kabupaten Bandung yangmerupakan titik check point , ditambah satu di pintu keluar Tol Cileunyi.
"Di sana juga ada petugas gabungan. Jadi untuk sementara kami manfaatkan 17 titik check point PSBB," ucapnya.
Menurut Hendra, sudah ada kendaraan yang dikembalikan ke daerah asalnya di Cileunyi.
"Kendaraan yang dikembalikan, diputar balik masuk ke tol lagi," ucapnya.
• Ini Penyebab Sembako yang Diterima Warga Citapen KBB Menjadi Busuk
Kasatlantas Polresta Bandung, AKP Hasby Ristama, mengatakan ada 137 kendaraan yang diusir alias disuruh putar balik dari pukul 07.00 wib sampai pukul 17.00.
• PSBB Diterapkan di Jakarta dan Bandung, Penumpang Bus Hanya Empat Orang
"Kendaraan yang diputarbalikkan memang ingin mudik dan tidak ada surat keterangan jalan, baik dari perusahaan, lembaga, dan RT-nya. Sehingga kami minta untuk kembali," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/data-terkini-dari-gerbang-tol-cileunyi.jpg)