Jokowi Melarang Mudik, Ridwan Kamil Perketat Jalur Pendatang di Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengapresiasi dan mendukung langkah Presiden RI
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengapresiasi dan mendukung langkah Presiden RI yang melarang masyarakat mudik di tengah pandemi Covid-19. Jawa Barat pun segera memperketat transportasi di jalur utama.
Menurut Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu, larangan Presiden tersebut akhirnya menjawab keinginan Pemerintah Provinsi Jabar selama ini. Pasalnya, mudik terbukti telah memicu peningkatan jumlah warga yang terinfeksi Covid-19.
"Arahan bapak Presiden sudah sesuai dengan aspirasi kami. Data membuktikan makin banyak yang mudik, tingkat meningkatnya Covid-19 juga makin tinggi. Makin sedikit mudik, tingkat positif Covid-19 makin sedikit," kata Emil di Bandung, Selasa (21/4/2020).
• Video Detik-detik Pengendara Motor di Cimindi Nekat Terobos Banjir dan Terseret, Ditemukan Tewas
Emil menyebutkan, kasus positif Covid-19 di Ciamis di antaranya adalah tertular dari anggota keluarga yang mudik, begitu pun di Cianjur dan di Sumedang, sehingga banyak yang dikarantina aparat setempat.
Sebagai wujud dukungan Pemprov Jabar terhadap kebijakan Presiden tersebut, pihaknya segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memperketat pintu-pintu transportasi yang jadi jalur masuk bagi pendatang.
Kebijakan ketat tersebut tidak hanya berlaku di wilayah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), melainkan di seluruh wilayah Jabar. Bahkan, pengetatan pintu-pintu masuk pendatang akan dilakukan hingga level RT dan RW.
• Keluarga Berbohong soal Kondisi Pasien, 21 Tenaga Medis di Cirebon Harus Diisolasi, Pasien Positif
"Protokol yang sama kami berlakukan dan dengan adanya instruksi Presiden ini, kami jadi punya keleluasaan untuk menerjemahkan lebih ketat. Di titik-titik masuk, baik di level RT atau RW untuk menolak pemudik lebih tegas dengan alasan kesehatan," kata Emil.
Emil pun meminta para perantau di Jabar menaati intruksi Presiden tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas. Dia kembali meyakinkan bahwa Pemprov Jabar menyiapkan bantuan sosial (bansos) bagi para perantau yang terdampak Covid-19.
"Silaturahmi baik, tapi mencegah penyakit lebih baik. Silaturahmi bisa ditunda, tapi mencegah penyakit yang membawa kematian tidak bisa ditunda," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gubernur-jawa-barat-ridwan-kamil-tinjau-psbb-kota-bogor.jpg)