Tanggul Bendungan Cipadaren di Kawali Ciamis Jebol, Air di Objek Wisata Situ Wangi Pun Surut

Bendung Cipadaren yang dibangun 10 tahun lalu, tidak hanya menyuplai air untuk saluran irigasi Cipadaren

Penulis: Andri M Dani | Editor: Ichsan
tribunjabar/andri m dani
Tanggul Bendungan Cipadaren di Kawali Ciamis Jebol, Air di Objek Wisata Situ Wangi Pun Surut 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Bendung Cipadaren yang dibangun 10 tahun lalu, tidak hanya menyuplai air untuk saluran irigasi Cipadaren tetapi sebagai satu sumber air objek wisata Situ Wangi.

Dengan jebolnya tanggul bendung Cipadaren yang berlokasi di Dusun Hayawang, Desa Winduraja, Kawali, Ciamis itu tidak hanya membuat sekitar 30 hektare sawah  terancam kekeringan dan gagal panen, tetapi objek wisata Situ Wangi yang berlokasi sekitar 200 meter dari lokasi bendungan juga terancam kekurangan pasokan air.

“Air Situ Wangi sekarang mulai surut. Air bendung Cipadaren tersebut salah satu sumber air Situ Wangi, selain juga dari sumber mata air lainnya,” ujar Endang Sutrisna (56), warga Dusun Hayawang, Desa Winduraja, Kawali kepada Tribun, Minggu (19/4/2020).

Dengan surutnya air objek wisata Situ Wangi yang juga berada di Dusun Hayawang tersebut tentu keindahannya juga terancam.

Tidak Ditolak, di Kawalu Tasikmalaya Jenazah Covid-19 Disambut Warga, Meski Cuma Melihat dari Jauh

“Tetapi yang paling parah adalah puluhan hektare sawah terancam kekeringan terancam gagal panen. Berikut puluhan bahkan lebih dari seratus petak kolam juga terancam kekeringan,” katanya.

Tanggul bendung selokan Cipadaren (anak Sungai Cimuntur) tersebut jebol menyusul hujan lebat dengan intensitas tinggi  disertai angin kencang  menguyur Ciamis hamper setiap hari sejak dua minggu lalu.

“Awalnya tanggul yang jebol tidak begitu parah, warga sempat bergotong royong membuat tanggul darurat. Tapi kemudian jebol lagi setelah diguyur hujan lebat. Begitu terus, tadi malam jebol lagi setelah hujan lebat. Dua petak sawah pun ikut hanyut. Warga sejak awal terus menerus bergotong royong jadi kelelahan,” kata Endang.

Dibangunnya bendung di selokan Cipadaren tersebut sekitar 10 rtahun lalu, tidak hanya mengairi sekitar puluhan hektar sawah yang semula tadah hujan. Tetapi kata Endang, juga melahirkan sawah baru.

Baru Keluar Penjara Ditangkap Lagi, Kasusnya Sama Narkotika, Dapat Barang dari Jaringan Rutan

“Setelah ada bendung tersebut, tak hanya sawah lama, juga ada pencetakan sawah baru yang mendapat pasokan air irigasi dari Cipadaren. Setelah tanggul bendung jebol, pasokan air ke puluhan hectare sawah itu kini terhenti,” katanya.

Warga setiap hari turun bergotong royong membuat tanggul darurat, dengan timbunan tanah dalam karung bekas, berikut batu.

“Warga mencari sendiri batu, dan kemudian mengangkutnya ke bendung dengan dipanggul sembari berjalan kaki. Lokasi jauh dari jalan tidak bisa masuk kendaran. Tiap puluhan warga bergotong royong  membuat tanggul darurat. Ya itu tadi, belum selesai tanggulnya sudah jebol lagi dihantam hujan dan luapan Cipadaren,” ujar Endang.

Kabar Teranyar Persib, Memasuki Pekan Keempat Latihan di Rumah, Robert Instruksikan Ini Pada Pemain

 Kalau tidak ada solusi permanen, menurut Endang, dikhawatirkan  tanggul yang jebol sekarang sudah lebih dari 15 meter terus makin parah. Makin memanjang dan lebar. Sehingga penanggulangannya akan lebih lama dan lebih butuh banyak anggaran.

“Kalau diatasi lebih cepat, tentu tidak akan menelan biaya yang lebih banyak,” katanya

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved