Breaking News:

Virus Corona di Jabar

UPDATE Covid-19 di Kota Tasikmalaya, Jumlah Pasien Positif Corona Melonjak Lagi, Jadi 21 Orang

Warga Kota Tasikmalaya berstatus positif corona cepat terus bertambah. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 merilis per Kamis (16/4, 21 orang.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Dedy Herdiana
tribunjabar/firman suryaman
Kepala Dinkes Kota Tasikmalaya, Uus Supangat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Warga Kota Tasikmalaya berstatus positif corona dengan cepat terus bertambah. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 merilis per Kamis (16/4/2020) sudah ada 21 orang.

Sehari sebelumnya, Rabu (15/4), jumlahnya masih 17 orang. Bahkan Selasa (14/4) baru 12 orang. Dalam tempo dua hari terjadi penambahan sembilang orang positif corona jadi 21 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, selaku Anggota Gugus Tugas, Uus Supangat, di RS Jasa Kartini, Kamis (16/4), meminta warga kota terus meningkatkan antisipasi mandiri sesuai edaran pemerintah.

Pasien Postif Covid-19 di Indramayu Bertambah, Baru Pulang dari Yogyakarta Jemput Anak

"Terus lakukan social distancing, physycal distancing, diam di rumah dan memakai masker serta cuci tangan," katanya. Iamengungkapkan, penambahan cepat warga positif Covid-19 sebagian besar diketahui dari hasil rapid test (tes cepat).

Disebutkannya, sebagian besr psien positif corona diketahui dari hasil rapid test. "Dari 21 warga positif corona itu, sebanyak 16 orang diketahui dari rapid test yakni metoda tes cepat dan lima orang lainnya terdeteksi dari tes laboratorium," ujar Uus.

Penularan Covid-19 Masih Terjadi, Pemerintah Targetkan Pemeriksaan 10 Ribu PCR Sehari

Namun menurut Uus, jumlah 21 positif corona merupakan akumulasi sejak wabah corona merebak. "Yang masih dirawat tinggal 15 orang, lima lagi sudah sembuh dan seorang meninggal dunia," katanya.

Penambahan cepat warga yang terjangkit, berbarengan dengan banyaknya perantau yang pulang kampung dari zona merah.

"Penambahan warga positif corona, ada yang naik status dari PDP (pasien dalam pengawasan, Red) namun ada pula yang dari ODP (Orang dalam pemantauan, Red) dan OTG (orang tanpa gejala, Red). Saat menjalani rapid test ternyata diketahui positif," kata Uus.

Namun Uus menandaskan, penambahan jumlah warga positif corona hingga saat ini karena terpapar dari daerah lain, bukan karena terpapar antar warga kota sendiri.

"Kami tidak berharap adanya proses paparan antar warga sendiri. Mudah-mudahan hal itu tidak sampai terjadi," kata Uus. (firman suryaman)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved