Jumat, 24 April 2026

Pernah Dipimpin Agum Gumelar dan Prabowo, Ini Sejarah Terbentuknya Pasukan Elite Kopassus Milik TNI

Para prajurit Kopassus mudah sekali dikenali yaitu melalui baret merah yang disandangnya.

Editor: Giri
Kompas
Kopassus 

TRIBUNJABAR.ID - Setiap tanggal 16 April diperingari sebagai hari lahirnya Komando Pasukan Khusus (Kopassus), satu di antara pasukan elite milik Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ada cerita panjang di pasukan yang pernah dipimpin Agum Gumelar dan Prabowo Subianto tersebut.

Kopassus merupakan bagian dari Komando Utama (Kotama) tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat, Indonesia. Kopassus memiliki kemampuan khusus, di antaranya mampu bergerak cepat di setiap medan, pengintaian, menembak dengan tepat, dan antiteror.

Kopasus memiliki sejumlah tugas penting seperti operasi militer perang (OMP) di antaranya yaitu direct action berupa serangan langsung untuk menghancurkan logistik musuh, antiteror, advance combat intelligence (operasi inteligen khusus) dan combat SAR.

Kopassus juga memiliki tugas operasi militer selain perang (OMSP) seperti humanitarian asistensi (bantuan kemanusiaan), perbantuan terhadap kepolisian/pemerintah, AIRSO (operasi antiinsurjensi, separatisme dan pemberontakan) dan SAR khusus serta pengamanan VVIP.

Para prajurit Kopassus mudah sekali dikenali yaitu melalui baret merah yang disandangnya.

Sehingga Kopassus juga sering disebut sebagai pasukan baret merah.

Untuk warna seragam yang dikenakan prajurit Kopassus yaitu baret merah dan loreng darah mengalir.

Kopassus
Kopassus (Via Tribun Jambi)

Markas Kopassus berada di Cijantung, Jakarta Timur.

Kopassus memiliki moto Tribuana Chandraca Satya Dharma yang memiliki arti "Berani, Benar, Berhasil".

Mereka juga dikenal dengan slogan yang menggetarkan jiwa: "Lebih Baik Pulang Nama daripada Gagal dalam Tugas".

Sejarah terbentuknya Kopassus

Dilansir dari Kopassus.mil.id,sejarah kelahiran Kopassus tidak terlepas dari rangkaian bersejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Tepatnya pada Juli 1950, timbul pemberontakan di Maluku oleh kelompok yang menamakan dirinya Republik Maluku Selatan (RMS).

Pada saat itu pimpinan angkatan perang RI saat itu segera mengerahkan pasukan yang bertugas untuk menumpaskan kelompok pembelot tersebut.

Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Tentara Teritorium III Kolonel Alexander Evert Kawilarang.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved