Breaking News
Selasa, 28 April 2026

Buntut Kecelakaan Maut, Perlintasan Kereta Api di Bekasi Timur Mau Dibuat Flyover

Kecelakaan maut kereta api di perlintasan Bekasi Timur yang hingga kini telah menewaskan 14 orang menjadi pemantik

Editor: Ichsan
Kompas.com
Presiden RI, Prabowo Subianto saat memberikan keterangan kepada wartawan usai menjenguk korban kecelakaan KA Argo Bromo dengan KRL Commuter Line di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026). (kompas.com) 

TRIBUNJABAR.ID - Kecelakaan maut kereta api di perlintasan Bekasi Timur yang hingga kini telah menewaskan 14 orang menjadi pemantik bagi Pemerintah Pusat untuk merombak besar-besaran infrastruktur perlintasan sebidang di Indonesia.

Terkait hal ini Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan pengalokasian anggaran khusus sebesar Rp 4 Triliun untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan kereta api di berbagai daerah yang telah terabaikan selama puluhan tahun.

"Apakah dengan dilakukan pos jaga atau flyover, nanti pelaksanaannya kita tunjuk, kita perhitungkan sekitar hampir Rp 4 T, demi keselamatan dan ini sangat penting, kita sangat perlu kereta api, ya kita harus keluarkan itu, sekarang saatnya," kata Prabowo , setelah menjenguk korban di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Khusus untuk wilayah Bekasi, Presiden menyetujui percepatan pembangunan flyover di titik maut Bulak Kapal dan Ampera.

Dana Bantuan Presiden (Banpres) akan dikucurkan untuk menutupi kekurangan anggaran pembangunan fisik tersebut.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan ia telah berkoordinasi langsung dengan Presiden terkait eksekusi pembangunan ini.

Pemkot Bekasi sendiri sebelumnya telah menyelesaikan pembebasan lahan dengan biaya mencapai lebih dari Rp 100 miliar.

"Akan menggunakan dana Banpres, dan kekurangannya mungkin sekitar Rp 220 miliar kalau bisa dikeluarkan, Insya Allah dalam kurun waktu enam bulan ke depan itu akan sudah selesai pembangunan flyovernya," kata Tri Adhianto, ditemui di lokasi yang sama.

Pembangunan flyover ini dianggap mendesak mengingat kepadatan jadwal perjalanan kereta api yang kini melintas setiap kurang dari 10 menit.

Kondisi perlintasan sebidang dinilai sudah tidak layak dan sangat berisiko bagi pengguna jalan.

Tri Adhianto menekankan dengan adanya flyover, perlintasan sebidang yang menjadi lokasi kecelakaan taksi dan KRL tersebut akan ditutup total.

"Artinya pengguna jalan lebih aman, lebih nyaman, selamat, dan tentu perjalanan kereta api pun tidak akan terganggu. Karena perlintasan itu harus sudah ditutup," katanya. 

 

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved