Senin, 27 April 2026

Pak RT Menangis, Minta Maaf, Warganya Menolak Pemakaman Jenazah Perawat Kena Covid-19

Pak RT menangis tak kuasa mengatakan kalau warganya menolak pemakaman jenzah positif terinfeksi virus corona atau Covid-19. Dia pun meminta maaf.

Editor: Kisdiantoro
Tribun Jabar/Firman Suryaman
ILUSTRASI --- Proses pemakaman jenazah PDP Covid-19 di Kecamatan Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (7/4) siang, berjalan lancar. 

Pak RT menangis tak kuasa mengatakan kalau warganya menolak pemakaman jenzah positif terinfeksi virus corona atau Covid-19

Purbo, Ketua RT 6 Dusun Suwakul juga tak bisa membatan permintaan warga, terpaksa dia meneruskan pesan itu kepada petugas pemakaman

Dia sampai meminta maaf karena tak bisa menerima jenazah, perawat yang meninggal dunia karena virus corona

//

TRIBUNJABAR.ID, UNGARAN - Purbo, Ketua RT 6 Dusun Suwakul, Bandarjo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang mengaku sempat menangis ketika warganya menolak pemakaman perawat yang meninggal karena terpapar virus corona di TPU wilayahnya.

Namun, menurutnya penolakan itu merupakan aspirasi warga yang tak bisa ia bantah.

Ridwan Kamil Minta MUI Pertimbangkan Keluarkan Fatwa Haram Mudik, Ini Alasannya

"Mereka meminta untuk tak dimakamkan di sini. Karena saya ketua RT, maka saya punya tanggung jawab moral untuk warga di RT saya," jelas Purbo saat menemui Ketua DPW PPNI Jateng, Edy Wuryanto, di Kabupaten Semarang, Jumat (10/4/2020).

Desakan itu membuat Purbo, mengaku pada akhirnya meneruskan aspirasi warganya ke petugas pemakaman.

"Mereka kepanikan, karena banyak mobil. Saya sudah tidak masalah, tetapi warga punya pendapat mereka sendiri," katanya.

Pedagang di Pasar Baru Indramayu Berharap Toko Modern Cipto Gudang Rabat Legowo

Purbo mengaku tak sampai hati meneruskan aspirasi warganya.

Terlebih, sebenarnya perawat yang meninggal tersebut memiliki keluarga yang juga telah dimakamkan di TPU di wilayahnya.

"Meski bukan bagian dari warga kami, tetap harusnya dibolehkan," paparnya.

Maka di hadapan DPW PPNI Jateng, Purbo pun meminta maaf.

"Saya atas nama pribadi dan juga mewakili masyarakat saya, mohon maaf atas kejadian kemarin. Saya juga meminta maaf kepada perawat seluruh Indonesia," jelasnya.

Sementara Ketua RW 8 Dusun Suwakul, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Daniel Sugito, mengaku sempat ada mediasi antara Pemkab Semarang bersama warga terkait penolakan tersebut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved