Gubernur Jabar Akan Bagikan Sembako, Sekda Kuningan Berharap Data Sinkron

Untuk penyaluran bantuan sembako akan dilakukan oleh Pos Indonesia sebagai petugas distribusi dari gudang kepada RTS yang ada di Kabupaten Kuningan.

kuninganmass.com
SEKDA Kuningan, Dian Rachmat Yanuar 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Pemerintah Kabupaten Kuningan berupaya meminimalisasi dampak sosial dan ekonomi saat pandemi Covid-19.

Dalam rapat kerja bertempat di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Kamis (9/4/2020), dibahas mengenai persiapan penyaluran bantuan sosial tanggap darurat Covid-19.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menjelaskan jumlah kepala keluarga (KK) di Kabupaten Kuningan sebanyak 361.780 dengan rumah tangga sasaran (RTS) sebanyak 277.287.

"Jumlah penerima bantuan sembako/BNPT semula 75.050 KPM kini mendapatkan penambahan akibat dampak Covid-19 sebanyak 18. 300 KPM. Maka jumlah seluruhnya menjadi 93.350 KPM," ungkap Dian Rachmat Yanuar.

Untuk bantuan gubernur, Kuningan mendapatkan kuota 44.550 KPM. "Ini akan dilaksanakan pada 16 April 2020," kata Dian.

Bantuan dari gubernur berupa sembako senilai Rp 350 ribu dan uang tunai Rp 150 ribu.

Mendapat 435 Klien Tambahan, Bapas Kelas I Cirebon Berlakukan Bimbingan Secara Online

Kiper Persib Bandung Ambil Sisi Positif dari Pandemi Virus Corona yang Membuat Kompetisi Terhenti

Untuk sembako komoditinya berupa beras 10 kilogram, makanan kaleng dua kilogram atau empat kaleng, gula 1 kilogram, minyak goreng 2 liter, terigu 1 kiloggram, Vitamin C 1 paket dan mi instan 16 buah.

"Untuk sembako sesuai dengan mekanisme yang disampaikan Pemprov Jabar yaitu melalui Perum Bulog, dan pendistribusiannya dengan mengikuti protokol dalam rangka pencegahan Covid-19," ujarnya.

Untuk penyaluran bantuan sembako akan dilakukan oleh Pos Indonesia sebagai petugas distribusi dari gudang kepada RTS yang ada di Kabupaten Kuningan.

"Kami berharap agar adanya sinkronisasi data dan pemahaman bersama dari stakeholder terkait, mulai dari pendataan, penganggaran, perencanaan jenis bantuan, dan pendistribusian bantuan tersebut," ucapnya.

Di samping itu, sebagai usaha meminimalisasi kerawanan dan reaksi sosial di masyarakat diperlukan data yang akurat by name by adress. (*)

Editor: Sugiri
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved