UPDATE Covid-19 Karawang, yang Meninggal dan Positif Tambah Seorang, Total Positif 39 Orang
Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan penyebaran Covid-19 Karawang,
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan penyebaran Covid-19 Karawang, dr. Fitra Hergyana mengumumkan kasus terkonfirmasi positif di Karawang bertambah 1 orang dan yang meninggal dunia 1 orang, Rabu (8/4/2020).
"Korban meninggal itu laki-laki usia 51 tahun. Dan tadi malam sudah dimakamkan di Karawang Timur," ujarnya.
Sementara itu, satu pasien yang positif didapatkan dari hasil rapid test di Rumah Sakit Paru yang sebelumnya pasien itu berstatus orang dalam pemantauan (ODP) tetapi mengalami gejala corona.
Kini, jumlah positif corona di Karawang berjumlah 39 orang dan dua orang telah meninggal dunia. Untuk ODP ada 2.240 orang dengan rincian, 1.184 selesai pemantauan dan 1.056 masih dalam pemantauan.
• Banyak Penolakan Jenazah, Makam Khusus untuk Korban Covid-19 Akhirnya Disiapkan di KBB
"Kalau PDP ada 61, rincian 27 orang selesai pengawasan dan 33 masih dalam pengawasan," katanya.
Tak hanya istilah PDP dan ODP, ada pula istilah lain yakni orang tanpa gejala (OTG) yang jumlahnya di Karawang ada 89 orang dan telah selesai sebanyak lima orang.
"OTG ini seseorang yang tidak bergejala tapi berisiko telah tertular virus corona dari pasien Covid-19. Selain itu, OTG memiliki kontak erat dengan kasus positif Covid-19," ujarnya.
Kontak erat yang dimaksud adalah aktivitas berupa kontak fisik, berada dalam satu ruangan, ataupun telah berdekatan dengan jarak kurang dari 2 meter dengan PDP maupun pasien positif corona dalam waktu 2 hari sebelum kasus timbulnya gejala, hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.
• 826 Peserta Rapid Test di Jabar Terindikasi Positif Covid-19, Perlu Diakuratkan dengan Swab Test
Lalu, siapa saja yang termasuk kontak erat? dr. Fitra menjelaskan ada beberapa kategori yang memiliki kontak erat dengan PDP dan pasien positif Covid-19.
“Diantaranya adalah petugas medis, orang dekat pasien yang kontak erat, dan orang yang berada dalam satu kendaraan dengan PDP atau pasien positif,” ujar dr. Fitra.