Virus Corona di Jabar
826 Peserta Rapid Test di Jabar Terindikasi Positif Covid-19, Perlu Diakuratkan dengan Swab Test
Hasil rapid test, 800 lebih peserta terindikasi positif Covid-19. Perlu diakuratkan dengan Swab Test.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dari 63.120 alat Rapid Diagnostic Test (RDT) atau tes masif Covid-19 yang disebar di 27 kota dan kabupaten di Jabar, sebanyak 22.119 hasil tes di antaranya sudah diketahui, sedangkan sisanya masih menunggu pelaporan dari pemerintah daerah setempat.
Sekretaris sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jabar, Daud Achmad, mengatakan dari hasil tes yang diterima, 826 peserta tes dinyatakan terindikasi positif virus corona.
Namun, mereka masih akan menjalani tes swab atau PCR untuk mengakuratkan hasilnya.
"Jumlah yang diperiksa, data per hari ini sebanyak 22.119, dengan total jumlah atau jumlah yang positif Itu 826, atau 3,7 persen dari yang sudah diperiksa," kata Daud di Bandung, Rabu (8/4/2020).
Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada Rabu ini, terdapat 365 orang di Jawa Barat yang dinyatakan positif, sebanyak 17 orang sembuh dan 35 meninggal dunia.
Daud mengatakan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 23.152 orang, 7.598 selesai pemantauan, sehingga total ODP di Jawa Barat 30.750.
Pasien dalam pengawasan (PDP) jumlahnya 1.193 orang, dalam proses pengawasan 533 pasien, dan jumlah PDP 1.726 orang.
"Kemudian yang belum masuk ke laporan artinya sebanyak 41.000 kurang lebih. Untuk mengejar hasil yang belum masuk, kami dari dari Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 ini bekerja sama dengan Kodam dan Polda, juga dengan dinas kesehatan kabupaten kota, agar dalam minggu ini semuanya yang paling tidak sejumlah 63.000 alat yang sudah disebarkan itu bisa selesai dan provinsi bisa menerima laporannya sehingga hal ini akan bisa lebih mempercepat pemetaan penyebaran Covid-19 di Jawa Barat," ujarnya.
Pemeriksaan rapid test dilakukan selama ini kepada klaster Musyawarah Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Barat di Karawang, seminar keagamaan Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Kabupaten Bandung Barat, serta Persidangan Sinode Tahunan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB), dan Seminar Bisnis Syariah di Bogor.
Tes pun dilakukan kepada Sekolah Pembentukan Perwira Kepolisian RI (Setukpa) di Sukabumi, Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (SECAPA AD) Kota Bandung, Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal (Pusdikajen) Kodiklat TNI AD, juga Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kabupaten Sumedang.
Rapid test juga tengah difokuskan kepada lembaga pendidikan berasrama lainnya, termasuk pondok pesantren dan kalangan tokoh agama seperti kiai dan ulama.
• Pakar Sebut Puncak Badai Virus Corona di Indonesia Mulai Beberapa Minggu Lagi