Breaking News:

Rumah Zakat Raih WTP ke-14 Kali Berturut-turut, Kategori Opini Tertinggi dalam Audit Keuangann

Kategori opini tertinggi dalam bidang audit keuangan kembali berhasil diraih oleh Rumah Zakat.

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
istimewa
ILUSTRASI: Rumah Zakat berhasil mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP) untuk laporan keuangan tahun 2019 sekaligus menandai kali ke-14 berturut-turut dalam mendapatkan opini tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kategori opini tertinggi dalam bidang audit keuangan kembali berhasil diraih oleh Rumah Zakat.

Rumah Zakat berhasil mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP) untuk laporan keuangan tahun 2019 sekaligus menandai kali ke-14 berturut-turut dalam mendapatkan opini tersebut.

CEO Rumah, Zakat Nur Efendi, mengatakan bahwa sesuai dengan Undang-undang No 23/2011 tentang pengelolaan zakat, semua lembaga amil zakat harus bersedia diaudit syariat dan keuangan.

Rumah Zakat Target Salurkan 10 Ribu APD ke Rumah Sakit di 17 Kota dan Kabupaten

"Salah satu tantangan bagi pengelola zakat adalah memperoleh kepercayaan dari masyarakat. Dengan melakukan audit, maka kepercayaan masyarakat terhadap Rumah Zakat akan meningkat," kata nnur Efendi di rummah Zakat, Jalan Turangga, Rabu (8/4/2020).

Nur Efendi mengungkapkan bahwa hampir 22 tahun Rumah Zakat menjembatani 300.000 donatur untuk berbagi dan membahagiakan lebih dari 34 juta penerima layanan manfaat yang membutuhkan lewat program pemberdayaan terintegrasi bernama Desa Berdaya. Tahun 2019, bersama para donatur, Rumah Zakat telah membangun 1.620 Desa Berdaya dari Aceh sampai Papua.

Di tengah kesulitan para petugas medis memperoleh alat pelindung diri (APD), Rumah Zakat menyalurkan bantuan APD di tiga rumah sakit dan satu puskesmas yang ada di Kota dan Kabupaten Bandung, Selasa (24/3/2020).
Di tengah kesulitan para petugas medis memperoleh alat pelindung diri (APD), Rumah Zakat menyalurkan bantuan APD di tiga rumah sakit dan satu puskesmas yang ada di Kota dan Kabupaten Bandung, Selasa (24/3/2020). (istimewa)

Desa Berdaya sendiri merupakan program pemberdayaan masyarakat terintegrasi yang disesuaikan dengan potensi desa. Rumah Zakat menempatkan satu relawan inspirasi di desa berdaya yang bertugas mendampingi dan menjadi fasilitator pemberdayaan bagi warga desa. Untuk memajukan perekonomian warga, Desa Berdaya membangun Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMAS) yang memiliki beragam unit usaha.

"Alhamdulillah atas kontribusi semua pihak, di tahun 2019 sebanyak 41persen mustahik yang kami bina meningkat kesejahteraannya, dan 21,4 persen keluar dari garis kemiskinan" ujar Nur Efendi.

Rumah Zakat Siapkan 135.000 Paket Makanan Siap Santap, Tekniknya Bikin Banyak Orang Terbantu

Program Desa Berdaya yang memiliki ruang lingkup ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan tersebut, kata dia, diharapkan dapat berpartisipasi pada pencapaian SDGs. Tercatat bahwa program yang diusung Rumah Zakat bersama para donatur dan mitra memiliki kontribusi pada 28 target dan 56 indikator SDGs.

“Insya Allah kami akan terus konsisten dalam menyelaraskan program-program pemberdayaan Rumah Zakat dengan tujuan pembangunan berkelanjutan global,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved