Gara-gara Minim APD, 15 Tenaga Medis di Indramayu Menjadi ODP Covid-19

Sudah ada satu orang tenaga medis di Kabupaten Indramayu ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan

tribunjabar/handika rahman
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, Jumat (3/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Sebanyak 15 orang tenaga medis di Kabupaten Indramayu ditetapkan sebagai orang dlam pengawasan (ODP) Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara kepada Tribuncirebon.com seusai rapat koordinasi di Gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Jumat (3/4/2020).

Deden Bonni Koswara mengatakan, tenaga medis tersebut sempat diliburkan. Namun setelah hasil tesnya negatif, mereka sudah kembali bekerja.

KOTA BANDUNG ADA 226 Orang Positif Virus Corona, Ini Asal Muasalnya Muncul Ratusan Positif Corona

Faktor utama tenaga medis menjadi ODP itu, disebutkan Deden Bonni Koswara karena mereka merawat pasien dalam pemantauan (PDP) dan minimnya Alat Pelindung Diri (APD) yang dimiliki rumah sakit.

Persoalan APD ini bahkan sudah menjadi permasalah nasional dan menjadi ketakutan bagi para tenaga medis selaku garda terdepan dalam penanganan virus corona.

Hujan Deras dan Angin Kencang di Ciamis Akibatkan Longsor dan Sejumlah Rumah Tertimpa Pohon

Kendati demikian, Deden Bonni Koswara menyampaikan, saat ini kondisi tenaga medis tersebut sudah berangsur membaik.

"Keadaannya sekarang sudah membaik, kemarin sempat dirawat tapi saya sudah dapat beritanya dia sudah membaik," ujarnya.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved