Tak Ada APD, Tenaga Medis Puskesmas di Garut Terpaksa Pakai Jas Hujan

Tenaga medis Puskesmas di Kabupaten Garut terpaksa menggunakan jas hujan sebagai alat pelindung diri

tribunjabar/firman wijaksana
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman berbincang dengan dua tenaga medis Puskesmas Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi yang menggunakan jas hujan plastik dan alat pelindung wajah modifikasi sebagai alat pelindung diri, Kamis (2/4/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Tenaga medis Puskesmas di Kabupaten Garut terpaksa menggunakan jas hujan sebagai alat pelindung diri (APD). Cara itu dilakukan karena minimnya APD.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, menyebutkan selain memakai jas hujan, para tenaga medis juga memodifikasi alat pelindung wajah. Tak adanya APD, membuat tenaga medis mencari solusi lain.

"Harus pakai APD lokal akhirnya. Terbuat dari plastik atau jas hujan karena APD tidak ada," ujar Helmi saat meninjau Puskesmas Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Kamis (2/4/2020).

Kekurangan APD, diakui Helmi memang tengah dialami. Pihaknya kesulitan untuk mencari APD bagi para tenaga medis.

Mulai Besok, Masjid di Kota Cirebon Diimbau Tidak Selenggarakan Salat Jumat

"APD yang sesuai standar itu sulit didapat. Bukannya tidak ada anggaran untuk beli," katanya.

Helmi berharap dalam satu atau dua hari ini, APD bisa segera didapatkan untuk petugas medis di rumah sakit maupun Puskesmas. Pihaknya sudah memesan 1.000 APD untuk penanganan Covid-19.

"Saya harap paling lama minggu depan APD sudah ada. Kami pesan 1.000 APD, tapi sepertinya akan kurang kalau dibagi ke 62 Puskesmas," katanya.

Menengok Pembuatan Masker oleh Narapidana di Lapas Purwakarta, Turut Bantu Cegah Covid-19

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved