Kompetisi Libur Gara-gara Virus Corona, Tim Liga 2 Ini Rugi Besar dan Terancam Bangkrut

Wabah virus corona di Indonesia menyebabkan kompetisi Liga 1 2020 dan Liga 2 terhenti sementara waktu.

ISTIMEWA
Logo Liga 2 

TRIBUNJABAR.ID - Wabah virus corona di Indonesia menyebabkan kompetisi Liga 1 2020 dan Liga 2 terhenti sementara waktu.

Akibatnya pendapatan sejumlah klub berkurang.

Bahkan CEO Cilegon United, Yudhi Afriyanto mengaku timnya rugi besar dan berpotensi bangkrut.

Sejumlah klub, termasuk Cilegon United, tetap harus bertanggungjawab membayar gaji pemain dan ofisial tim.

Meski sudah mendapat izin pemotongan dari PSSI, tak adanya kompetisi tetap membuat klub terbebani.

SPSI Kritisi DPR RI yang akan membahas Omnibus Law di Tengah Wabah Covid-19

Skuat Cilegon United saat berlaga melawan Persis Solo di Stadion Manahan, Rabu (4/7/2018) sore WIB.
Skuat Cilegon United saat berlaga melawan Persis Solo di Stadion Manahan, Rabu (4/7/2018) sore WIB. (BolaSport.com/Christina Kasih)

Seperti diketahui, PSSI telah memperbolehkan klub-klub peserta liga untuk merevisi kontrak dan memotong gaji pemainnya selama wabah COVID-19 hingga menjadi 25 persen saja.

Yudhi Afriyanto, mengungkapkan bahwa sebenarnya dia lebih memilih jika semua kompetisi tidak hanya ditunda melainkan dihentikan secara total.

Menurutnya, langkah yang terbaik adalah dengan menunggu hingga keadaan benar-benar membaik dan virus corona telah menghilang dari Indonesia.

"Sebenarnya saya minta kompetisi ini dihentikan saja, karena keselamatan lebih penting dibandingkan segalanya," ujar Yudhi Afriyanto dilansir Bolasport.com dari Tribun Jakarta.

"Tunggu sampai semua ini selesai terlebih dahulu baru kembali jalankan kompetisi kembali," kata Yudhi Afriyanto, Rabu (1/4/2020).

Halaman
12
Editor: Theofilus Richard
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved