Bos Arema FC Rogoh Kocek Pribadi Rp 2,3 Miliar Demi Bayar Gaji Pemain
Dihentikannya Liga 1 2020 selama empat bulan karena wabah virus corona, membuat sejumlah tim kesulitan membayar gaji pemain.
TRIBUNJABAR.ID - Dihentikannya Liga 1 2020 selama empat bulan karena wabah virus corona, membuat sejumlah tim kesulitan membayar gaji pemain.
Hal itu dikarenakan tidak adanya pemasukan saat kompetisi terhenti.
Meski PSSI telah mengizinkan tim untuk memotong gaji pemain hingga menjadi 25 persen, beberapa tim tetap keberatan karena tidak adanya pemasukan.
Pemilik Arema FC bahkan sampai merogoh kocek pribadi sebesar Rp 2,3 miliar untuk membayar gaji pemain dan ofisial tim.
Sebagai informasi, kepemilikian Arema FC saat ini berada di tangan Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, dan CEO Arema FC, Agoes Soerjanto.
• Kompetisi Libur Gara-gara Virus Corona, Tim Liga 2 Ini Rugi Besar dan Terancam Bangkrut
Iwan tercatat memiliki 70 persen saham di PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI), sementara Agoes menguasai 30 persen sisanya.
Hal itu disampaikan secara langsung oleh General Manajer Arema FC, Ruddy Widodo.
Ruddy menjelaskan bahwa pemilik timnya harus merogoh kocek sangat besar untuk menanggung gaji seluruh pihak yang bekerja di Arema FC seiring dengan penghentian kompetisi lantaran virus corona.
Dalam pandangan Ruddy, wabah virus corona telah membawa kerugian bagi semua pihak, termasuk tim Singo Edan.
"Kalau sekarang dollar 16 ribu, ya sekitar Rp 575 juta per bulan yang harus dibayarkan (untuk gaji Arema FC)," kata Ruddy Widodo dilansir dari Surya.
"Ya tinggal kalikan saja. Makanya kalau ngomong rugi, semua rugi. Tidak ada yang untung dalam situasi seperti sekarang ini," ucap Ruddy Widodo.
Selain Arema FC, Cilegon United juga mengalami kerugian serupa yang cukup besar.
CEO Cilegon United, Yudhi Afriyanto, mengaku timnya yang berlaga di Liga 2 2020 itu bisa saja mengalami kebangkrutan jika keadaan terus berlanjut seperti ini.
"Jujur saja, saya sudah rugi banyak. Tidak ada pertandingan di bulan Maret tapi saya harus bayar gaji 75 persen kepada pemain," tutur Yudhi.
"Belum lagi bayar gaji 25 persen sampai Juni nanti. Bisa bangkrut tim ini karena tidak ada pemasukan dari pertandingan," ucap Yudhi menambahkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/iwan-budianto-arema-fc.jpg)