Anggota Dewan Minta Maaf kepada Pemulung Saat berikan Paket Sembako
Sapti dan Jasim ini hanya memiliki mata pencaharian dari usaha memulung yang telah ditekuni sejak puluhan tahun hingga saat ini.
Laporan Kontributor Tribun Jabar, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN – Sapti (60) dan Jasim (67), warga Blok Cangkuang, Kelurahan/Kecamatan Kuningan ini terlihat senang. Mereka mendapat paket sembako yang diberikan langsung oleh Sri Laelasari yang berstatus anggota DPRD Kuningan.
Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19 ini, kehidupan Septi dan Jasmin yang hanya sebagai pemulung snagat terdampak.
Dalam kesempatan itu, Sri Laelasari mengatakan, paket sembako untuk warga terdampak pandemi Covid-19 sebagai pengganti kegiatan reses anggota DPRD Kuningan setiap tiga bulan dalam setahun.
“Pembagian paket sembako ini sekaligus kemasan dalam agenda reses,” ujar Sri kepada wartawan, Kamis (2/04/2020).
Sebelumnya, Sri Laelasari yang berputar dan mengelilingi sejumlah daerah untuk membagikan paket sembako, mengaku terkejut saat melihat dan langsung menjumpai sebuah gubuk berdinding bilik bambu.
Apalagi gubuk tersebut berada di bibir tebing jalan penghubung Keluarahan Kuningan– elurahan Citangtu.
“Terus terang saya miris dan langsung turun dari mobil untuk memberikan bantuan sembako ini,” ujarnya.
Sri, yang juga penggiat sosial penanggulangan HIV/AIDS mengatakan, ketika masuk ke dalam gubuk, dia langsung menjumpai tiga orang penghuninya. Selain Abah Jasim dan Emak Sapti, ada seorang cucunya yang berusia belasan tahun.
"Sebagai wakil rakyat, maafkan saya yang baru tahu keadaan keluarga ibu, Saya malu, sekali lagi maafkan saya, " ujar Sri sembari mencium tangan Sapti.
Melihat gubuk yang berdiri di atas tanah sekitar 2x4 meter itu, Sri sontak terenyuh dan mengatakan akan segera mendata apa saja yang dibutuhkan agar gubuk tersebut bisa segera diperbaiki. "Kami akan usulkan untuk dapat bantuan rutilahu,” ungkap Sri.
Selain memberikan paket sembako, kepada warga yang ditemuinya di lapangan, Sri juga mengedukasi mereka agar tetap menjaga kesehatan dan hidup bersih untuk menghindari penyebaran Covid-19 yang saat ini sedang mewabah.
Sri juga mengaku sengaja melakukan penyebaran bantuan sembako secara door to door atau home visit secara pribadi tanpa melalui agenda pengumpulan massa. Hal ini sesuai dengan imbauan pemerintah yang tak boleh melakukan kerumunan saat pandemi Covid-19 saat ini.
"Di samping itu, blusukan seperti ini bisa melihat kondisi dan bisa memberikan pengetahuan tentang keadaan masyarakat,” ujarnya.
Sapti yang didamping Jasim sangat berterima kasih atas pemberian sembako. "Alhamdulillah, baru saat ini ada anggota dewan yang mau masuk rumah kami dan langsung memberi bantuan, " ungkap Sapti yang mengaku sudah belasan tahun tinggal di gubuk kumuh tersebut.