110 Napi di Cianjur Akan Bebas untuk Pencegahan Penularan Virus Corona

Dua hari ini telah kami bebaskan sebanyak 31 napi. Hari pertama kami bebaskan 11 napi dan hari ini kami bebaskan 20 napi.

ISTIMEWA
NARAPIDANA Lapas Kelas II B Kabupaten Cianjur meluapkan kegembiraan karena memperoleh kebebasan sebagai langkah pencegahan penularan virus corona, Kamis (2/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar,  Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sebanyak 31 narapidana yang telah menjalani masa hukuman dua per tiga di Lapas Kelas II B Kabupaten Cianjur dibebaskan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19, hingga Kamis (2/4/2020).

"Dan ini akan berkelanjutan sampai 7 April 2020," ujar Kepala Lapas Kelas II B Kabupaten Cianjur, Heri Aris Susila, melalui sambungan telepon, Kamis (2/4/2020).

Ia mengatakan hal tersebut sesuai Surat Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 yang diterbitkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Berdasarkan surat itu, sebanyak 30 ribu narapidana akan keluar dari penjara dengan alasan yang sama.

Heri mengatakan, di Cianjur rencananya ada sekitar 110 hingga 120 napi yang bebas. Sisanya saat ini sedang proses pembebasan.

"Dua hari ini telah kami bebaskan sebanyak 31 napi. Hari pertama kami bebaskan 11 napi dan hari ini kami bebaskan 20 napi," katanya.

Menurut Heri, napi yang bisa bebas tersebut maksimalnya harus telah menjalani hukuman pidana dua per tiga dari masa pidananya maksimal hingga 31 Desember 2020. Selain itu juga napi yang tidak terkait dengan PP Nomor 99 Tahun 2012, yang tidak sedang menjalani subsider.

"Untuk napi yang menjalani hukuman subsider, kami masih menunggu keputusan dari Kejaksaan Agung. Kami juga harus koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Cianjur, bentuknya seperti apa, baru kami bisa laksanakan," katanya.

Dia mengakui pembebasan terhadap para napi tersebut tidak terlepas dengan upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid- 19. "Sebagaimana kami maklumi napi itu sangat rentan, apalagi kondisi lapas yang sudah over kapasitas," katanya.

Kebanyakan napi yang bebas tersebut tersangkut masalah pidana umum. Mereka divonis oleh pengadilan antara dua tahun hingga ada yang sampai delapan tahun.

Halaman
12
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Sugiri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved