Antar Orang Berkurang, Antar Makanan Bertambah, Banyak Pemesan Beri Tip ke Driver Ojek Online
Semenjak pemerintah mengumumkan imbauan bekerja dari rumah demi antisipasi persebaran Covid-19
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Semenjak pemerintah mengumumkan imbauan bekerja dari rumah demi antisipasi persebaran Covid-19, pemesan layanan ojek online atau ojol mengalami penurunan, termasuk di Jawa Barat.
Hal ini dibenarkan juga oleh Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono. Menurut Igun, penurunan penggunaan jasa ojol ini mencapai angka 50 persen hingga 70 persen dari saat biasanya.
“Mungkin sekarang sudah 80 persen kali ya. Makin ke sini semakin sepi orderan itu, baik retail ataupun penumpangnya pun dan pengiriman barang,” kata Igun belum lama ini.
PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) pun mencanangkan kampanye #KasihLebihan di tengah situasi yang tidak menentu akibat Covid-19 ini, kampanye itu disebut untuk membantu mitra driver.
• Cegah Corona, Sumedang Terapkan Karantina Wilayah Parsial, Semua Orang Masuk Diperiksa
Di samping melakukan kampanye tersebut, pihak Gojek juga berupaya memberikan proteksi terhadap para mitranya drivernya dengan memberikan hand sanitizer, masker, dan vitamin C demi antisipasi persebaran Covid-19.
Dalam keterangan resminya yang diterbitkan pada 23 Maret 2020, Gojek secara kontinu menyediakan ribuan masker, hand sanitizer, vitamin, dan desinfektan untuk mitra driver. Gojek juga mengaktifkan SOP (Standar Operasional) saat berkendara bagi konsumen dan driver untuk saling melindungi kesehatan bersama.
Salah satu mitra driver Gojek asal Kabupaten Bandung, Asep Wawan, mengatakan di tengah ajakan pemerintah untuk bekerja di rumah ini, pesanan untuk mengantar penumpang memang jadi sangat sepi.
"Untuk penumpang memang jadi sepi, tapi jadi banyak yang pesan makanan atau layanan mengantar barang. Mudah-mudahan cepat selesai wabah corona ini," kata Asep, Rabu (1/4).
Asep mengatakan walau demikian, jumlah warga yang mendapat tip jadi lebih banyak. Dirinya mengira pemesan jasanya merasa simpati dengan para driver online yang masih harus bekerja di luar rumah, sehingga banyak yang memberikan tip.
• Ridwan Kamil Sebut Jabar Butuh 30 Ribu APD, Orang Sehat Pakai Masker Kain Saja
Wulan, salah satu mitra driver Gojek menyatakan bahwa dirinya merasakan manfaat terhadap kampanye tersebut. Selain mendapatkan tip, dia mengaku beberapa pengguna aplikasi memberikan makanan melalui fitur pesan-antar makanan di aplikasi Gojek.
“Ada juga ketika saya dapat orderan GoShop, mereka malah memberikan belanjaannya itu untuk saya," ujarnya.
Dia juga mengungkapkan terima kasihnya kepada pihak aplikator lantaran sudah memberikan mengupayakan berbagai cara untuk membantu para mitra drivernya. Dengan kampanye tersebut, dia merasa pihak aplikator telah menunjukkan kepedulian kepada para mitra drivernya.
Selain berbagai upaya lain untuk membantu para mitranya, Gojek mengajak masyarakat yang ingin berbagi untuk ikut mendukung mitra driver yang tetap beroperasi di tengah situasi pandemi COVID-19.
Ajakan tersebut diwujudkan dalam kampanye #KasihLebihan. Dalam kampanye tersebut, konsumen dapat memberikan uang tip sebagai bentuk penghargaan kepada driver. Disebutkan, opsi tip penghargaan yang tersedia dalam aplikasi hingga Rp 100 ribu.
• Mau Rapat Online via HP atau Smartphone? Download Saja Aplikasi Zoom, Begini Cara atau Tutorialnya