Aurelia Pengemudi Ngamuk Mabuk Soju, Mobilnya Tak Berhenti Setelah Tabrak Pejalan Kaki di Karawaci
Pengemudi yang mengamuk setelah menabrak pria di Karawaci, Aurelia Margaretha Yulisa (26) ternyata mengonsumsi minuman beralkohol asal Korea Selatan y
Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: Widia Lestari
Rachim mengatakan, pengemudi dengan nama Aurelia Margareta Yulia (26) menggunakan kendaraan roda empat jenis Honda Brio dengan nomor polisi B-1578-NRT datang dari arah Palem Semi.
"Menuju ke arah Jalan Kalimantan dekat rumah No.816 Cibodas Tangerang," kata dia.
Pada saat menikung ke kanan, lanjut Rachim, tiba-tiba kendaraan yang dikendarai Aurelia kehilangan kendali ke kiri dan menabrak pejalan kaki dengan korban Andre Njotohusodo (51).
tetapi di mobil pelaku terdapat minuman keras. warga sekitar dgn yakin menyebutkan kalau dia mabuk. tapi ternyata dari berita sekarang kurang jelas disebutkan mbak ini mabok apa engga, cuma disebutkan kalo dia main HP. kalo ada yg pny berita terlengkapnya, dm aja ya!! pic.twitter.com/kLmM0bQfoH
— duyung kesukaanmu (@duyungcantik) March 30, 2020
Mobil yang dikendarai Aurelia tidak langsung berhenti.
Ia kembali melaju dan menabrak pohon di pinggir jalan kemudian mobil berputar ke arah sebaliknya.
"Akibatnya pejalan kaki korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara," tutur Rachim.
Korban meninggal tidak jauh dari rumahnya.
Ketika peristiwa itu terjadi, korban sedang jogging bersama anak dan hewan peliharaannya.
Hal tersebut diungkap oleh Dearyani Eka Dharma, keponakan dari korban.
Baru saja berjarak empat rumah dari rumah korban, tiba-tiba mobil yang dikendarai pelaku hampir menabrak anak korban.
"Tapi om saya melihat itu langsung ditarik anaknya, ditarik karena mau nyerempet dia (anak korban). Akhirnya yang kena om saya dan anjing peliharaannya," kata Dearyani saat dihubungi Kompas.com, Selasa (31/3/2020).

Tidak berselang lama, istri korban mendatangi lokasi. Istri korban histeris melihat suaminya sudah tak bernyawa.
Saat itu, kata Dearyani, pelaku sempat menganiaya tantenya. Pasalnya, pelaku tidak terima amarah istri korban.
"Suaminya meninggal geletak depan rumah, lalu pelaku tidak terima dia (dimarahi), malah mukul, tarik rambut tante saya, diseret di jalanan, lalu dia pukul, dia tendang ulang-ulang terus sampai orang-orang misahin," kata dia.
Dearyani belum tahu pasti luka yang dialami tantenya akibat amukan pelaku.
Saat ini, kata Dearyani, tantenya masih depresi.
"Tante masih depresi karena kematian Om saya. Masih nangis, masih belum bisa ditanya juga," kata dia.