Warga Pulang Kampung Bikin Pemda Kesulitan, Sekda Jabar: Pemudik Berpotensi Sebarkan Covid-19

Karena kepulangan mereka, khususnya yang bekerja di DKI Jakarta, dinilai berpotensi besar untuk menularkan virus ke daerah di Jabar.

Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Ilustrasi: Pemudik di terminal bus, Minggu (9/6/2019) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Berdasarkan data pada Jumat (27/3/2020) pukul 19.30 WIB, terdapat 98 orang positif Covid-19 di Jabar.

Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) totalnya mencapai 513 pasein dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 3.259 orang.

Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja mengajak warga Jabar untuk disiplin mengikuti arahan pemerintah terkait memutus mata rantai penyebaran COVID-19, khususnya dengan melakukan social distancing atau jaga jarak.

Cegah Penyebaran Virus Corona Covid-19, Masyarakat Diminta Tunda Pulang Kampung

“Kita harus disiplin diri. Karena salah satu penyelesaian yang cukup efektif yakni social distancing dengan jaga jarak atau di rumah saja untuk mencegah penularan,” ujar Setiawan.

Apabila ada warga yang bekerja di luar kota, Setiawan meminta agar mereka menahan diri untuk pulang kampung.

Karena kepulangan mereka, khususnya yang bekerja di DKI Jakarta, dinilai berpotensi besar untuk menularkan virus ke daerah di Jabar.

“Jangan dulu mudik, jangan dulu piknik, jadi kebijakan bahwa kerja dari rumah ini jangan dimaknai bahwa seseorang bisa bebas pergi kemana saja. Justru harus menahan diri sampai dengan kondisi pulih,” kata Setiawan.

“Untuk yang sudah terlanjur pulang kampung, tolong isolasi diri dulu saja, di rumahnya, sebelum nantinya harus memeriksakan diri. Tetapi untuk masa- masa di awal ini, isolasi diri saja di rumah masing-masing selama 14 hari,” ujarnya.

Warga yang Pulang Kampung Harus Diisolasi di Rumah Selama 14 Hari

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan pihaknya sudah mengimbau masyarakat lewat camat dan kepala puskesmas untuk mewaspadai penyakit tersebut.

Setelah kasus positif corona merebak, pihaknya sejak awal Maret mengeluarkan berbagai kebijakan dalam rangka pencegahan Covid-19.

Dony mengaku meski sudah menerapkan kebijakan pihaknya harus kerepotan karena pergerakan warganya yang pulang kampung dari Jakarta mengalami peningkatan signifikan sejak 22 Maret lalu.

Menurutnya pada saat itu, jumlah warga Sumedang yang bekerja di Jakarta dan memilih pulang tercatat mencapai 800 orang.

“Saat ini sudah mencapai 1.702 orang,” katanya dihubungi Jumat (27/3).

Kondisi yang riskan penyebaran corona ini membuat pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah menyepakati penerapan Isolasi Lokal Kewilayahan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved