Status PDP Kedua yang Meninggal di Indramayu Belum Bisa Ditentukan Positif atau Negatif Corona,

Status PDP kedua yang meninggal di Indramayu belum bisa ditentukan positif atau negatif corona. Dinkes masih tunggu hasil tes swab.

Status PDP Kedua yang Meninggal di Indramayu Belum Bisa Ditentukan Positif atau Negatif Corona,
Tribun Jabar/Eki Yulianto
Kepala Dinkes Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, di ruang kerjanya, Kamis (12/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Status positif terjangkit virus corona atau tidaknya Pasien Dalam Pengawasan (DPD) kedua yang meninggal di Kabupaten Indramayu belum bisa ditentukan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil tes swab tenggorokan pasien.

"Hasilnya belum keluar," ujar dia kepadaTribuncirebon.com saat ditemui di ruangannya, Jumat (27/3/2020).

Deden Bonni Koswara mengatakan, sebelum meninggal dunia pihaknya mengaku sudah melakukan tes swab terhadap pasien.

Hasilnya, lalu dikirimkan ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP).

Namun, saat hendak melakukan tes swab lanjutan pasien terlebih dahulu meninggal dunia di RSUD Indramayu pada Kamis (26/3/2020) pukul 02.00 WIB kemarin.

Pasien tersebut merupakan laki-laki berusia 48 tahun warga Kabupaten Indramayu.

Ia diketahui baru pulang dari Jakarta lalu mengeluhkan demam tinggi, batuk-batuk, sesak napas dan gejala-gejala lainnya yang mengarah pada virus corona atau Covid-19.

"Pada tanggal 25 keadaan pasien memburuk kemudian jam 02.00 WiB tanggal 26 Maret pasien dinyatakan meninggal dunia," ujar dia.

Dijelaskan Deden Bonni Koswara yang sekaligus merupakan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Indramayu, pihaknya hingga saat ini masih menunggu hasil laboratorium untuk menentukan status pasien.

Kendati demikian, diakuinya, hasil tersebut harus mengantre dengan hasil tes pasien lainnya yang tengah diuji oleh BTKLPP.

"Sesuai dengan rencana awal 3-4 hari sudah keluar cuma sekarang tengah terjadi penumpukan di BTKLPP, di sana menumpuk sekali jadi hasilnya belum," ucapnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu pun hingga saat ini bisa memastikan kapan hasil tersebut akan keluar.

Hanya saja, disampaikan Deden Bonni Koswara Pemprov Jawa Barat sudah memiliki alat untuk mengecek status pasien tersebut.

Ia berharap, adanya alat itu status positif atau negatif pasien bisa secepatnya keluar.

"Di Provinsi Jawa Barat sudah bisa melakukan pengecekan jadi untuk ke depan kita bisa lebih cepat lagi," ujarnya.

Langkah-langkah yang Harus Dilakukan Saat Tiba di Rumah Setelah Bepergian, Demi Cegah Virus Corona

Penulis: Handhika Rahman
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved