Malaysia Perpanjang Masa Lockdown, Pekerja Migran asal Indonesia Mulai Mengeluh Kelaparan
Sejumlah pekerja migran asal Indonesia di Malaysia mengeluh tidak bisa bekerja dan kelaparan.
TRIBUNJABAR.ID- Sejumlah pekerja migran asal Indonesia di Malaysia mengeluh tidak bisa bekerja dan kelaparan.
Mereka itu terutama pekerja migran asal Indonesia yang bekerja di sektor informal di Malaysia.
Mereka antara lain bekerja di pabrik, restoran, dan cleaning service yang biasanya mendapatkan gaji per hari atau per minggu.
Situasi yang dialami para pekerja migran asal Indonesia itu menyusul pemberlakuan lockdown oleh Malaysia sebagai upaya mencegah penularan virus corona.
Direktur Pusat Penyelesaian Permasalahan Warga Negara Indonesia di Malaysia (P3WNI) Dato'M Zainul Arifin menyebut kebijakan lockdown diperpanjang.
Semula lockdown di Malaysia diberlakukan 18 Maret hingga 31 Maret 2020.
"Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) atau lockdown diperpanjang hingga 14 April 2020," kata dia.
• Langkah-langkah yang Harus Dilakukan Saat Tiba di Rumah Setelah Bepergian, Demi Cegah Virus Corona
• Permen Jahe dari Sukabumi Laris Manis di Tengah Wabah Covid-19, Produksi Naik 2 Kali Lipat
Sektor informal, gaji per hari
Kondisi pekerja migran Indonesia di Malaysia, kata Zainul, banyak yang bekerja di sektor informal.
Mereka yang antara lain bekerja di pabrik, restoran, cleaning service biasanya mendapatkan gaji per hari atau per minggu.
Semenjak tidak diperbolehkan bekerja, mereka tak lagi mendapat upah.
"Kondisi pekerja migran Indonesia ( PMI ) kita sangat memprihatinkan sebab sudah hampir dua pekan mereka tidak diperbolehkan bekerja sebagaimana mestinya," kata dia.
Mengeluh kelaparan
Walaupun berat, para pekerja migran tak memiliki pilihan. Mereka tetap harus tunduk terhadap kebijakan pemerintah Malaysia.
Mereka pun harus menerima kenyataan tak lagi bisa bekerja dan sulit memenuhi kebutuhan konsumsi harian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pekerja-migran-asal-indonesia.jpg)