Permen Jahe dari Sukabumi Laris Manis di Tengah Wabah Covid-19, Produksi Naik 2 Kali Lipat

Rahmat (48) pemilik rumah produksi permen jahe tersebut mengaku peningkatan pesanan terjadi sejak adanya wabah Covid-19.

Permen Jahe dari Sukabumi Laris Manis di Tengah Wabah Covid-19, Produksi Naik 2 Kali Lipat
Tribun Jabar/Fauzi Noviandi
Pekerja sedang membuat permen jahe┬ádi Jalan Prana Bakanjampang, RT 02/18 Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jumat (27/3/2020). 

Laporan Kontributor Kota Sukabumi, Fauzi Noviandi

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI- Perajin permen berbahan baku jahe di Jalan Prana Bakanjampang, RT 02/18 Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, mengalami peningkat pesanan sebesar 100 persen.

Rahmat (48) pemilik rumah produksi permen jahe tersebut mengaku peningkatan pesanan terjadi sejak adanya wabah Covid-19.

Peningkatan jumlah pemesan permen jahe, ucapnya, dari sejumlah wilayah Kota Sukabumi dan beberapa kota lain

"Semenjak adanya wabah Covid-19 tingkat pesanan permen jahe dari beberapa kota luar daerah seperti Jakarta, Depok, Bogor dan Bandung terus mengalami peningkatan," kata  Rahmat pada Tribunjabar.id, Jumat (27/3/2020).

Ia menyebut, biasanya, tempat usahanya mengolah 500 kg jahe per hari. 

Kini, produksi naik dua kali lipat, rumah produksi Rahmat pun mengolah 1 ton jahe per hari untuk dijadikan permen.

UPDATE Kasus Corona di Purwakarta, Jumlah PDP Turun, ODP Jadi 100 Termasuk 35 Tenaga Kesehatan

Pengurus HIMPI Kuningan Tes Kesehatan Covid-19 Virus Corona, Cek Darah, Hasilnya Sudah Keluar

"Sejumlah pelanggan percaya, permen berbahan dasar jahe bisa meingkatkan kekebalan atau daya tahan tubuh untuk mencegah penularan virus corona," ujarnya.

Selain menggunakan berbahan dasar jahe, gula pasir juga menjadi sebagai bahan utama dalam pembuatan permen khas Sukabumi tersebut.

Untuk bahan baku yang satu ini, Rahmat harus mengeluarkan biaya lebih dari biasanya karena harga gula pasir naik.

"Pasokannya masih normal tapi harga gula pasir saat ini mengalami kenaikan, asalnya gula pasir tersebut dibeli sekitar Rp 350 ribu menjadi Rp 670 ribu per 50 kilogram," katanya.

Kenaikan harga bahan dasar pembuatan permen jahe pun berdampak pada harga jual permen jahe.

Semula permen jahe dijual seharga Rp 20 ribu per kilogram menjadi Rp 24 ribu per kilogram.

Penulis: Fauzi Noviandi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved