ASN yang Mencuri Masker di RSUD Pagelaran Cianjur Terancam Dipecat

ASN tersangka pencuri 360 masker di RSUD Pagelaran berinisial ISP. Ia bekerja sebagai pelayanan medik.

ASN yang Mencuri Masker di RSUD Pagelaran Cianjur Terancam Dipecat
tribunjabar/ferri amiril mukminin
Pencuri Masker di Rumah Sakit Ternyata Seorang ASN 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR- Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr Irfan Fauzy mengatakan, pihaknya menunggu status hukum tetap terhadap ASN yang tertangkap karena mencuri masker di RSUD Pagelaran.

Ia mengatakan sanksi tetap akan berlaku sampai sanksi terberat yakni pemecatan dari statusnya sebagai ASN.

"Tersangka adalah seorang ASN semua peraturan berlaku dari Komisi ASN, tentunya hal ini berdasarkan aturan harus menunggu hasil keputusan mengikat, ancaman tentu ada pemecatan," ujar Irfan di Mapolres Cianjur, Kamis (26/3/2020).

ASN tersangka pencuri 360 masker di RSUD Pagelaran berinisial ISP. Ia bekerja sebagai pelayanan medik. Selain sebagai ASN ia juga diketahui sebagai anggota ormas di Pagelaran.

Adanya kasus pencurian di RSUD Pagelaran membuat Dinas Kesehatan meningkatkan pengawasan dan kontrol di bagian logistik dan gudang alat kesehatan.

"Atas kejadian ini kami meningkatkan pengawasan terhadap tenaga kesehatan dan kontrol yang ditingkatkan," kata Irfan.

Ahli di Cina Sebut Virus Corona Bisa Lenyap 3 Bulan Lagi, Ini Alasan dan Syaratnya

ASN yang Mencuri Masker di Rumah Sakit Mengetahui Ada Stok Masker di Gudang

Direktur RSUD Pagelaran Cianjur dr Alwi Darwizar, membenarkan bahwa satu tersangka ISP adalah ASN yang bekerja di pelayanan medik dan bagian dari salah satu Ormas di Pagelaran.

"Iya benar ia adalah seorang ASN di bagian pelayanan medik," ujar Alwi.

Ia mengatakan, ketahuan barang hilang setelah ada permintaan dari rumah sakit lain namun barangnya sudah tidak ada.

"Jadi ketahuan barang hilang setelah ada permintaan dari rumah sakit lain, lalu dilakukan stok opname dan ternyata barang yang hilang cukup banyak sebanyak 360 dus," kata Alwi di Mapolres Cianjur, Kamis (26/3/2020).

Alwi mengatakan, kecurigaan adanya orang dalam karena kunci gudang tidak rusak namun barang hilang. Rupanya ASN mengetahui ada stok masker di gudang.

Sekretaris MUI Cianjur Saeful Ulum mengapresiasi pihak kepolisian yang bisa membuka kasus secara transparan.

"Kondisi seperti ini membutuhkan kerjasama semua pihak. Semoga ini menjadi cermin untuk mengambil hikmah, doa untuk para tersangka semoga kembali ke jalan yang benar," kata Samsul.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved