Selasa, 21 April 2026

Pasien Covid-19 Terus Berdatangan, Perawat di Jakarta Disebut Dapat Beban Kerja Ganda

Sejumlah perawat di Jakarta disebut sudah mendapat beban kerja dua kali lipat di tengah pandemi virus corona.

Editor: Theofilus Richard
Xinhua via SCMP
ilustrasi perawat tangani pasien covid-19 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Sejumlah perawat di Jakarta disebut sudah mendapat beban kerja dua kali lipat di tengah pandemi virus corona.

Dilansir dari Kompas.com, beban kerja ganda itu diterima karena IGD rumah sakit tempatnya bekerja terus kebanjiran pasien Covid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadillah, Rabu (25/3/2020).

"Ada yang dobel, ada yang normal, tergantung," ujar Harif ketika dihubungi Kompas.com pada Rabu siang.

Pemkot Cirebon Belum Bahas Soal Perpanjang Masa Belajar Anak Sekolah di Rumah

Sebagian rumah sakit memang kini mulai kebanjiran pasien di tengah pandemi Covid-19.

Beberapa di antaranya sudah menutup pintu karena kapasitas telah penuh.

Akibatnya, para perawat itu mesti bekerja dua shift.

Jika biasanya kerja mereka terbagi antara kelompok shift pagi yakni pukul 07.00-14.00 WIB dan 14.00-20.00 WIB, dalam kondisi double job, para perawat berarti bekerja sejak pukul 07.00-20.00 WIB.

"(Perawat yang double job) mungkin di IGD beberapa rumah sakit nonrujukan yang sekarang pasiennya sudah mulai banyak," Harif menambahkan.

Ia memahami bahwa hal tersebut menjadi konsekuensi profesi perawat.

Presiden Jokowi Berduka, Ibunya, Sujiatmi Notomiharjo Meninggal, Dikabarkan Orang-orang Terdekat

Namun, Harif berharap, pemerintah dan masyarakat dapat mengapresiasi kerja-kerja para perawat.

Para perawat sudah selayaknya diganjar apresiasi yang pantas, bukan justru mengalami perlakuan diskriminatif seperti yang terjadi pada perawat RSUP Persahabatan, Jakarta Timur, beberapa hari lalu.

Harif juga mendesak agar para perawat segera disediakan wisma atau rumah singgah di tengah pandemi Covid-19, yang letaknya tak jauh dari rumah sakit tempat mereka bekerja.

Pasalnya, tak sedikit dari para perawat di Jakarta yang berdomisili di kota-kota satelit seperti Bekasi dan Tangerang.

Di tengah pembatasan operasional transportasi umum oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menekan penularan Covid-19, keadaan sungguh tak berpihak pada para perawat.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved