Bila PDP di RSUD Sumedang Sampai 200, Pasien Penyakit Lain Akan Dipindah ke Islamic Center
Di Kabupaten Sumedang, terdapat satu pasien positif Covid-19 yang kini menjalani isolasi di RSUD Sumedang.
Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Hingga hari ini, Rabu (25/3/2020), Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang terus berupaya menekan penyebaran virus corona di wilayah Kabupaten Sumedang.
Di Kabupaten Sumedang, terdapat satu pasien positif Covid-19 yang kini menjalani isolasi di RSUD Sumedang.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan rencana bila terjadi peningkatan jumlah pasien positif maupun pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.
Rencana tersebut disiapkan bila skenario terburuk terkait Covid-19 tersebut terjadi di Kabupaten Sumedang.
"Kalau sampai ada 200 PDP, pasien non-Covid akan dipindahkan ke Islamic Center Sumedang," ujar Dony Ahmad Munir.
• Dampak Mewabahnya Corona, Pemkab Sumedang Hentikan Semua Tahapan Pilkades
• Ada Warganya yang Positif Covid-19, Bupati Sumedang Akan Isolasi Lokal
Ini berarti, RSUD Sumedang akan diubah menjadi rumah sakit khusus penanganan Covid-19 seandainya terjadi lonjakan kasus.
Sementara Islamic Center Sumedang akan 'disulap' menjadi rumah sakit darurat untuk menangani penyakit-penyakit non-covid.
"Kami pun siap tambah tenaga (medis) dari Stikes Unsap, Akper UPI, dan Fakultas Kedokteran Unpad," ujarnya.
Saat ini, selain RSUD Kabupaten Sumedang dan RS Pakuwon, kekuatan medis Kabupaten Sumedang terdiri dari 35 puskesmas yang 15 di antaranya memiliki tempat perawatan.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang menyebut ada 64 dokter umum, 15 dokter gigi, 466 perawat, dan 737 bidan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dony-ahmad-munir-jawab-pertanyaan-wartawan.jpg)