Wabah Virus Corona

Isu Corona Makin Mengerikan, Orang yang Menikah Tetap Banyak, Penghulu Curhat Ingin Stop Layanan

Penghulu inginnya layanan pernikahan distop sementara. Tapi kebijakan pusat, pendaftaran dan layanan menikah wajib dilaksanakan.

Isu Corona Makin Mengerikan, Orang yang Menikah Tetap Banyak, Penghulu Curhat Ingin Stop Layanan
Tribunjabar.id/Ery Chandra
Penghulu KUA Kecamatan Cibiru, Aang Muslihin (mengenakan masker), saat memimpin akad nikah, di ruang terbuka KUA tersebut, pada 19 Maret 2020. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Meski merasakan khawatir karena wabah virus corona terlus meluas, para penghulu di Kota Bandung tetap melakoni tugas menikahkan pasangan pengantin.

Bahkan ketika keterbatasan alat pelindung diri (APD), layanan akad nikah tersebut tetap berjalan bagi yang telah terdaftar. Baik di Kantor Urusan Agama (KUA) atau rumah.

Sekretaris Kelompok Kerja Penghulu Kota Bandung, Toto Supriyanto mengatakan pasangan yang hendak melangsungkan akad nikah telah terdaftar sangat banyak.

Polisi Bakal Tindak Tegas Warga yang Berkerumun di Luar Rumah, Bisa Dipidana

"Kebijakan dari pusat untuk yang sudah daftar tetap harus dilayani dengan baik. Tapi ada penyesuaian protokol sesuai Dirjen Bimas Islam (Kemenag)," ujar Toto, saat dikonfirmasi Tribun, di Kota Bandung, Selasa (24/3/2020).

Menurutnya, para penghulu, pasangan, wali, saksi, dan peserta akad yang hadir harus sesuai dengan persyaratan standar.

Semisal, mengenakan masker dan sarung tangan. Sedangkan dihadiri maksimal 10 orang. Baik di KUA dan rumah, dengan mengatur jarak.

"Untuk salaman tetap begitu, walau bukan rukun (nikah). Sebelumnya harus cuci tangan atau disinfektan," katanya.

Akad nikah tetap berjalan meski beresiko besar terpapar virus corona. Dia menyampaikan di Kota Bandung banyak yang bakal menikah hingga menjelang bulan ramadan. Meski belum bisa menyebutkan angka pasti.

Tukang Antar Galon Bunuh Pasangan Menyimpangnya, Kesal Dimarahi usai Ketahuan Chat dengan Perempuan

"Kalau di wilayah cibiru enggak terlalu banyak. Sekira 10 pasangan dalam waktu dekat ini. Ada juga satu pasangan batal karena khawatir dan ada juga akad tapi resepsinya diundur," ujar Kepala KUA Kecamatan Cibiru tersebut.

Menurutnya, pendaftaran akad nikah tetap dilangsungkan. Belum ada aturan khusus untuk membatasi atau menghentikan akad nikah. Sesama para penghulu di kota bandung, tengah berdiskusi perihal pelayanan ditengah "bencana" virus corona.

"Bukan kami enggan, tapi supaya satu suara saja. Kami akan menyatakan sikap, yang penting adalah keselamatan semuanya," katanya.

Dia berharap, demi keamanan bersama pelayanan akad nikah bisa dihentikan sementara waktu hingga masa darurat berakhir.

"Itu hanya sekadar harapan kami akad nikah dilakukan setelah masa darurat ini berakhir. Tapi apapun, kami laksanakan kebijakan manis, pahit, atau asam, kami lakukan," ujarnya.

Penulis: Ery Chandra
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved