Rabu, 15 April 2026

Majelis Pakar PPP Jabar Minta Polemik Diakhiri, Sebut Sosok yang Jadi Dalang Perpecahan

SK dari Kementerian Hukum (Kemenkum) yang mengesahkan kepengurusan PPP di bawah kepemimpinan Muhammad Mardiono diminta diterima semua kader.

Editor: Giri
Istimewa
KONFLIK DIAKHIRI - Majelis Pakar DPW PPP Jawa Barat, Yudi Muhammad Aulia, minta konflik PPP diakhiri setelah ada SK dari Kementerian Hukum (Kemenkum) yang mengesahkan kepengurusan PPP di bawah kepemimpinan Muhammad Mardiono. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Surat keputusan (SK) dari Kementerian Hukum (Kemenkum) yang mengesahkan kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di bawah kepemimpinan Muhammad Mardiono diminta diterima semua kader. Termasuk semua jajaran DPW PPP Jabar.

“Pada prinsipnya, Muktamar X di Mercure itu sah dan legal. Kami menerima dengan senang hati keluarnya SK ini. Harapan kita, polemik di PPP segera berakhir,” kata Majelis Pakar DPW PPP Jawa Barat, Yudi Muhammad Aulia, Kamis (2/10/2025).

Menurutnya, keputusan itu final secara hukum dan harus diterima semua kader dengan legawa.

Yudi mengingatkan bahwa konflik internal PPP sejak era Suryadharma Ali (SDA), Romahurmuziy (Romy), hingga ke Suharso Manoarfa selalu dipicu oleh figur yang sama. Menurutnya, Romy kerap menjadi dalang perpecahan dan membuat PPP tidak pernah benar-benar tenang.

“Dari zaman SDA vs Romy, kemudian Romy ditangkap KPK, lalu Suharso vs Romy, bahkan Mardiono pun dipertentangkan Romy. Saya bilang ke Agus (Suparmanto), 'Kamu belum kenal Romy'. Kamu bisa digulingkan. Aneh, partai ini diobok-obok satu orang dari dekade ke dekade, ya si Romy itu,” tegas politisi senior PPP ini.

Baca juga: Ketua DPW PPP Jabar Jelaskan Kronologis Muktamar X PPP, Agus Suparmanto Jadi Ketum yang Sah

Lebih jauh, Yudi menilai penolakan DPW PPP Jabar terhadap SK Mardiono sangat tidak relevan. Pasalnya, basis pesantren di Jawa Barat justru solid mendukung Mardiono. Ia menyebut sikap menolak hanya akan memperlebar luka lama yang selalu dimanfaatkan segelintir orang untuk kepentingan pribadi.

“Untuk DPW Jabar sebaiknya menerima dengan legawa SK Kemenkum Pak Mardiono. Saya pastikan, kalangan PPP basis pesantren di Jabar itu bersama Pak Mardiono. Jadi hentikan konflik, lawan kita bukan sesama kader, tapi bagaimana memperkuat PPP di hadapan publik,” ucap dia.

Ia pun mengajak semua kader untuk rekonsiliasi dan menutup ruang bagi manuver Romy yang selalu membuat gaduh partai.

“Baiknya kita rekonsiliasi. Sudahi konflik, mari kita bangun kembali PPP. Jangan lagi ada ruang bagi Romy mengacak-acak partai demi kepentingan pribadi. Kalau terus dibiarkan, PPP tidak akan pernah maju,” ucap Yudi.

Dilansir kompas.com, sebelumnya, PPP terbelah menjadi dua kubu, yakni Ketua Umum Muhammad Mardiono dan kubu Agus Suparmanto yang dimotori Ketua Majelis Pertimbangan Partai, Muhammad Romahurmuziy alias Gus Romy. 

Baca juga: Polemik Muktamar PPP: Rommy Bantah Mardiono Aklamasi, Pimpinan Sidang Ungkap Alasan Ketok Palu Cepat

Kedua pihak sama-sama mengeklaim sebagai ketua umum hasil Muktamar X di Jakarta Utara.

Setelah saling mengeklaim, masing-masing dari mereka mendaftarkan struktur kepengurusan baru ke Ditjen AHU, Kementerian Hukum. Menteri Hukum Supratman Andi Agtas kemudian mengesahkan SK kepengurusan PPP di bawah kepemimpinan Mardiono setelah memeriksa ketentuan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).

Mardiono mengajak kubu Agus Suparmanto merapat ke pihaknya untuk membangun PPP bersama-sama.

“Tentu, tentu. Saya masih menunggu, bukan hanya menunggu tapi mengajak (untuk bergabung),” kata Mardiono saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis. (*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sah Jadi Ketum PPP, Mardiono Ajak Kubu Agus Suparmanto Merapat"

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved