RS Hasan Sadikin Rawat Pasien Bayi Positif Covid-19, Total Ada 7 Pasien Positif Corona yang Dirawat
Jumlah keseluruhan Orang Dalam Pemantauan (22/3) di RS Hasan Sadikin hingga Minggu (22/3) berjumlah 196 orang.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Rumah Sakit Umum Pusat Dr Hasan Sadikin Bandung merawat tujuh pasien positif virus corona Covid-19 hingga Minggu (22/3).
Satu di antaranya masih bayi, berusia 1,5 bulan.
Berdasarkan website resmi RS Hasan Sadikin, selain bayi laki-laki tersebut, ketujuh pasien positif yang masih dirawat adalah 4 pasien laki-laki, yakni berusia 46, 24, 53, dan 32 tahun, serta dua pasien perempuan berusia 43 dan 30 tahun.
Jumlah keseluruhan Orang Dalam Pemantauan (22/3) di RS Hasan Sadikin hingga Minggu (22/3) berjumlah 196 orang.
Mereka melakukan isolasi di rumah masing-masing sambil dipantau pihak rumah sakit.
Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di RS Hasan Sasikin berjumlah 23 pasien.
Dari angka tersebut, 4 pasien dirawat di Ruang Isolasi Infeksi Khusus Kemuning, sedangkan 19 pasien lainnya di Ruang Isolasi Kemuning.
Satu orang pasien PDP laki-laki berusia 69 tahun yang masih menunggu hasil swab meninggal dunia pada Sabtu (21/3) pukul 12.05.
Sebelumnya, dua orang pasien positif virus corona Covid-19 yang dirawat di RS Hasan Sadikin pun meninggal dunia, Kamis (19/3).
Direktur Perencanaan Organisasi dan Umum RS Hasan Sadikin, Kamaruzzaman, mengatakan pasien yang meninggal tersebut adalah pasien laki-laki berusia 41 tahun pada Kamis (14/3) pukul 22.05.
Satu lainnya pasien laki-laki berusia 53 tahun meninggal pada Kamis (14/3) pukul 12.20.
"Dari yang positif tersebut juga ada satu pasien laki-laki berusia 41 tahun, telah meninggal dunia malam pukul 22.05," kata Kamaruzzaman di RS Hasan Sadikin, Jumat (20/3).
5 Sembuh 9 Meninggal
Pemerintah Jawa Barat kembali merilis data terbaru pasien terjangkit Covid-19, Minggu (22/3/2020).
Dari data baru tersebut, kasus virus corona bertambah menjadi 59 kasus.
Sebelumnya Jawa Barat menangani kasus 55 pasien terjangkit virus corona.
Artinya per (22/3/2020) jumlah tersebut bertambah sedikitnya 4 kasus.
• 3 Provinsi Lagi Tercatat Punya Kasus Positif Virus Corona, Jabar Masih Urutan 2 Terbanyak
Dari 59 kasus, 9 orang terjangkit virus corona di antaranya meninggal dunia.
Ada pun kabar gembiranya, 5 orang telah dinyatakan sembuh.
Meski begitu Jawa Barat menempati urutan kedua sebagai wilayah dengan pasien virus corona terbanyak.
Daerah yang paling terpapar virus corona adalah DKI Jakarta.
Hingga sore ini dari data yang terpantau terlapor (22/3/2020), total 307 kasus.
Total tersebut bertambah dari data sebelumnya sebanyak 267 kasus di DKI Jakarta.
Artinya adanya penambahan sedikitnya 40 kasus.
Ada juga penambahan dari 23 kasus pasien virus corona meninggal dunia bertambah menjadi 29 kasus.
Kemudian terbanyak ketiga menangani virus corona adalah Provinsi Banten.
Pada 21 Maret 2020, Banten mencatat ada 47 kasus.
Namun hingga 22 Maret 2020, tidak ada penambahan kasus.
Hanya saja pasien virus corona meninggal dunia bertambah satu orang menjadi 3 orang.
Total Kasus Virus Corona 514 Kasus
Pemerintah kian gencar menangani virus corona atau Covid-19 ini.
Selain itu pemerintah terus melakukan monitor data pasien terjangkit virus corona.
Jumlah kasus virus corona di Indonesia per (22/3/2020) bertambah 64 kasus.
Dari jumlah terlapor sebelumnya yakni 450 kasus.
Adapun dari jumlah kasus tersebut, 48 orang meninggal dunia.
Jumlah kasus virus corona meninggal dunia itu bertambah 10 orang.
Sebelumnya pada (21/3/2020) terlapor 33 orang dengan kasus virus corona meninggal dunia.
Kabar ini disampaikan Juru bicara Pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto dalam konferensi pers seperti diyatangkan di Channel Youtube BNPB Indonesia, Minggu (22/3/2020).
• Wabah Corona Tidak Hambat Pemberlakuan Validasi IMEI , Kebijakan Tetap Berlaku Mulai 18 April 2020
"Ada penambahan kasus baru yang kita catat sampai dengan hari ini pukul 12.00. Ada penambahan kasus positif 64 orang," ujar Yurianto.
"Sehingga totalnya 514 kasus," jelasnya.
Kemudian ada tambahan sembilan orang sembuh.
"Ada juga penambahan kasus yang sudah sembuh dan dibolehkan pulang sebanyak sembilan orang. Sehingga totalnya 29 orang," jelasnya.
Sementara kasus yang meninggal bertambah 10 orang.
Dengan begitu sudah 48 orang meninggal dunia akibat Covid-19 di Indonesia.
Aplikasi PIKOBAR untuk Warga Jabar
Aplikasi PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat) memiliki fitur periksa mandiri. Lewat fitur tersebut, warga Jabar dapat memeriksakan diri dengan melaporkan gejala-gejala yang dialami.
Setelah itu, PIKOBAR yang menggunakan artificial intelligence akan memberikan diagnosis awal dan mengeluarkan rekomendasi. Apakah warga Jabar yang melapor mesti mendapatkan penanganan dokter atau cukup beristirahat di rumah.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan, warga Jabar yang memiliki gejala-gejala COVID-19, seperti batuk, pilek, dan demam, bisa cek kesehatan lewat fitur tersebut.
"Masyarakat jangan panik dulu, mesin canggih ini bisa menjawab di aplikasi ini (PIKOBAR)," kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, saat meluncurkan aplikasi PIKOBAR di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (20/3/2020).
"Apakah Anda punya gejala, batuk. Batuknya berdahak atau kering. Disertai pusing atau tidak. Terus sampai semua pertanyaan terjawab. Nanti, hasilnya, tidak perlu ke dokter cukup istirahat, Anda perlu minum obat, atau perlu ke dokter," katanya.
Guna menghadirkan fitur periksa mandiri, Pemerintah Provinsi Jabar berkolaborasi dengan Prixa.Ai --perusahaan yang mengembangkan aplikasi dan fitur periksa mandiri.
Medical Database Coordinator Prixa.Ai Kafi H Khaibar Lubis mengatakan fitur periksa mandiri dalam PIKOBAR khusus memeriksa gejala-gejala penyakit pernapasan, khususnya COVID-19. Menurut dia, artificial intelligence periksa mandiri bisa mendeteksi 29 penyakit pernapasan.
"Kali ini kami bikin engine (dalam PIKOBAR) khusus untuk memeriksa gejala-gejala COVID-19 ini. Jadi, kami memisahkan penyakit-nya khusus COVID-19, di dalam ada 29 penyakit-penyakit yang berkaitan dengan pernapasan," kata Kafi.
"Kami akan mengarahkan pasien, perlu di rumah saja, menunggu beberapa hari, minum obat-obatan yang dibeli sendiri di rumah, atau pasien harus mendapatkan penanganan dari dokter," ucapnya.
Jika ada warga Jabar yang mesti mendapatkan penanganan, kata Kafi, fitur periksa mandiri dalam PIKOBAR akan menyarankan pengguna untuk menghubungi 119 atau nomor hotline Dinas Kesehatan Provinsi Jabar.
"Karena kami tidak memberikan diagnosis secara pasti misalnya. Tapi, kemungkinan gejala-gejala yang ibu/bapak alami mirip dengan penyakit ini. Dan kemungkinannya ini," katanya.
Dengan adanya fitur periksa mandiri dalam PIKOBAR, Kafi berharap kepanikan masyarakat Jabar terkait COVID-19 bisa menurun. Apabila memiliki gejala COVID-19, masyarakat bisa mengakses fitur periksa mandiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rumah-sakit-hasan-sadikin-kamis-21122017_20171221_155245.jpg)