3 Provinsi Lagi Tercatat Punya Kasus Positif Virus Corona, Jabar Masih Urutan 2 Terbanyak

Berdasarkan data sebaran kasus Corona per Minggu (22/3/2020) provinsi yang paling banyak kasus positif Corona yakni DKI Jakarta dengan 307 kasus.

3 Provinsi Lagi Tercatat Punya Kasus Positif Virus Corona, Jabar Masih Urutan 2 Terbanyak
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Dua tenda besar bantuan BPBD Kota Tasikmalaya didirikan di halaman depan RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Sabtu (21/3/2020), untuk memilah pasien biasa dengan terduga ODP virus corona. 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNJABAR.ID - Pemerintah mengumumkan adanya 64 kasus positif baru Corona pada Minggu, (22/3/2020).

Sehingga Total terdapat 514 Corona di Indonesia. Berdasarkan data sebaran yang diterima Tribun, terdapat tiga provinsi yang memiki kasus pertama Corona. 

Ketiga provinsi tersebut yakni Kalimantan Selatan satu kasus, Maluku satu kasus, dan Papua dua kasus.

Sebelumnya di tiga provinsi tersebut belum ada kasus temuan Corona.

Berdasarkan data sebaran kasus Corona per Minggu (22/3/2020) provinsi yang paling banyak kasus positif Corona yakni DKI Jakarta dengan 307 kasus.

Lalu Jawa Barat dengan 59 kasus, Banten 47 kasus, Jawa Timur 41 kasus, Jawa Tengah 15 kasus, Kalimantan Timur 9 kasus.

Yogyakarta 5 kasus, Kepulauan Riau 4 kasus, Bali dan Sulawesi Tenggara 3 kasus, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Papua masing masing dua kasus,

Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Lampung,  Riau, dan Maluku masing-masing satu kasus, serta masih dalam proses verifikasi di Lapangan 6 kasus.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengatakan bahwa data tersebut telah dikirimkan kepada dinas kesehatan setempat untuk proses pelacakan (contact tracing). 

Data tersebut juga telah dikirimkan kepada kepala daerah masing-masing untuk menjadi rujukan antisipasi penyebaran Corona.

"Data ini kami berikan  kepada kepala dinas kesehatan provinsi untuk kemudian dilanjutkan ke RS bagi kepentingan layanan perawatan rumah sakit dan kemudian diberikan kepada dinas udalam kepentingan melaksanakan contact tracing," pungkasnya.

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved