Breaking News:

Wabah Virus Corona

Warga Garut Diimbau Tak Panik, ODP dan PDP Belum Tentu Positif Corona

Warga Garut diimbau tak panik, ODP dan PDP belum tentu positif corona.

Warga Garut Diimbau Tak Panik, ODP dan PDP Belum Tentu Positif Corona
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut, Ricky Rizki Darajat.

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Masyarakat diminta memahami istilah kesehatan terkait virus corona. Pemahaman itu agar masyarakat tak panik jika ada seseorang yang mendapat status tertentu.

 
Di Kabupaten Garut, hingga Jumat (20/3/2020), sudah ada lima orang PDP. Kelima PDP itu telah dinyatakan negatif corona.

Untuk yang berstatus ODP sebanyak 24 orang. Sebanyak empat orang ODP pada Kamis (19/3/2020) malam menjalani perawatan di RSUD dr Slamet. Namun tak dirawat di ruang isolasi.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut, Ricky Rizki Darajat, mengatakan ada tiga istilah yang digunakan dalam penanganan virus corona. Yakni orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan suspect corona.

"Ketiga istilah ini perlu diketahui agar tidak salah persepsi. Serta tidak terjadi kepanikan saat seseorang berstatus ODP, PDP, atau suspect," ucap Ricky, Jumat (20/3/2020).

Menurut Ricky, seseorang bisa dikatakan masuk dalam kategori ODP apabila ia sempat bepergian ke negara lain atau bepergian ke daerah di dalam negeri  yang sudah terpapar virus corona.

Kategori ODP juga diberikan apabila pernah berkontak langsung dengan pasien yang positif corona. "Orang yang masuk dalam kelompok seperti ini adalah mereka yang belum menunjukkan gejala sakit," ujarnya.

Sedangkan PDP yakni orang yang masuk ke dalam kategori sudah dirawat oleh tenaga kesehatan. Serta menunjukkan gejala sakit seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas.

"Meski belum tentu positif terkena Covid-19, sebelum hasil laboratorium memastikan positif atau tidak," katanya.

Sementara suspect corona adalah orang yang diduga kuat terjangkit infeksi COVID-19. Dengan menunjukkan gejala virus corona dan pernah melakukan kontak dekat dengan pasien positif corona. 

Pasien yang masuk dalam kategori ini akan diperiksa menggunakan dua metode, yaitu Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Genome Sequencing. 

"Pemeriksaan ini akan dilakukan untuk melihat status infeksi corona di tubuh suspect tersebut, positif atau negatif," ujarnya.

Status ketiga kategori itu diperoleh dari proses pencarian yang dilakukan pemerintah dengan mengaitkan data-data yang ada di lapangan.
Orang yang masuk sebagai salah satu dari ketiga kategori tersebut akan diberitahu oleh petugas kesehatan terkait.

"Umumnya diinstruksikan untuk menjalani karantina selama 14 hari," ucapnya.
Penulis: Firman Wijaksana
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved