Pedoman Umrah Praktis 2

Hukum Umroh, melaksanakan umroh hukumnya sunnat muakkad (dipentingkan/diutamakan).

Istimewa
Jamaah BARAYA Tour 

TRIBUNJABAR.ID - Hukum Umroh. Melaksanakan umroh hukumnya sunnat muakkad (dipentingkan/diutamakan). Ketika Rasulullah SAW ditanya apakah umroh itu wajib? Maka Rasulullah SAW menjawab; tidak wajib, tetapi jika kamu dapat melakukannya maka itu lebih utama (lebih baik)

A. Pengertian Umroh
“Umroh menurut bahasa artinya ziyarah, sedangkan menurut syara artinya pergi mengunjungi kabah untuk melaksanakan thawaf di kelilingnya dan melakukan sa'i antara shofa dan Marwah serta bercukur/menggunting rambut (tahallul)”(Fiqhu Sunnah).
Waktu Umroh : Umroh boleh dilakukan kapan saja, selain pada hari Arafah, Ied Adha dan tiga hari Tasyriq.

B. Rukun Umroh :
1.Ihrom ;
2. Thawaf ;
3. Sa'i ;
4. Tahallul ;
5. Tertib/berurutan

C. Wajib Umroh
1. Ihrom dari miqat
2. Menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang dalam ihrom haji dan umroh.

D. Tata Cara Pelaksanaan Umroh
1. IHROM
Ihrom artinya masuk pada hal-hal yang terlarang (yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang sedang ihrom) yang asalanya boleh dilakukan.
- Mandi dan berpakaian ihrom boleh dilakukan sebelum sampai di Miqat.
- Sholat sunnah dua rakaat di Miqat
“Rasulullah SAW melakukan sholat 2 rakaat di dzil hulaifah," (HR. Timidzi).
Niat ihrom untuk umroh dimulai setelah sampai di Miqat, dengan mengucapkan :

عُمْرَةً اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ
Labbaik Allahumma umrotan
“Aku penuhi panggilan Mu ya Allah untuk melaksankan umroh.” (HR. Muslim)

Mengucapkan bacaan talbiyah berulang-ulang dengan suara yang nyaring sampai ke Masjidil Harom.
لَكَ يْكَ شَرِ لاَ الْمُلْكَ وَ لَكَ النِّعْمَةَ وَ الْحَمْدَ إِنَّ لَبَّيْكَ، لَكَ يْكَ شَرِ لاَ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ، اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ
“Labbaika Allaahumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbaika, innal hamda wan ni'mata laka wal mulka laa syariika laka”

“Aku datang memenuhi panggilanMu ya Allah aku datang memenuhi panggilanMu. Aku datang memenuhi panggilanMu tiada sekutu bagiMu aku datang memenuhi panggilanMu. Sesungguhnya pujian dan ni'mat adalah milikMu begitu juga kerajaan tiada sekutu bagiMu.” (HR. Bukhori)

2. THOWAF
Thowaf adalah mengelilingi ka'bah sebanyak 7 putaran. Dimulai dari arah hajar Aswad berakhir di Hajar Aswad pula, dengan posisi ka'bah ada disebelah kiri.

Setelah selesai putaran ke 7 kita menuju Maqam Ibrahim dan membaca :
Wattakhidzuu min maqoomi ibroohimma musholla

“ Dan jadikanlah oleh kalian sebagian dari ma-qam ibrahim itu sebagai tempat sholat.”(QS. Al Baqoroh: 128)
Kemudian shalat 2 rakaat menghadap ka'bah (posisi maqam ibrahim ada diantara kita dan ka'bah). Pada rakaat pertama setelah membaca Alfatihah kita membaca surat Al Ikhlas, rakaat kedua, setelah membaca Alfatihah kita membaca surat Al Kafirun.

Selesai shalat di belakang maqam ibrahim kemudian kita kita menuju ke arah Hajar Aswad lagi untuk beristilah (meraba dengan tangan) atau berisyarat dengan tangan. Dilanjutkan dengan sa'i

3. SA'I
Sa'i dilakukan setelah selesai thawaf, sebelum naik ke bukit shafa untuk melakukan sa'i dianjurkan untuk minum air Zamzam terlebih dulu. Do'a minum air zamzam :Allohumma inii as-aluka ilman naafi'an wa rizqon waa si;an. Wa syifaa an min kulli daa-in wa saqomin birohmatika yaa arhamarRoohimiin

“Ya Allah aku mohon ilmu yang bermanfaat kepadaMu, rizki yang luas dan sembuh dari rasa sakit dan setiap penyakit dengan rahmatMu ya allah Tuhan yang Maha Pengasih.” (FiqhusSunnah)

Sa'i artinya berjalan 7 kali antara bukit shofa dan bukit Marwah dan sebaliknya berjalan dari bukit Marwah ke bukit Shofa. Sai dimulai dari bukit marwah berjalan dari shofa ke marwah dihitung satu kali;Dari bukit Marwah ke Shofa dihitung satu kali.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved