Kenali Gejala Kanker pada Anak Sejak Dini, Ini yang Harus Diwaspadai Orangtua
Kanker tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga dapat dialami oleh anak sejak usia bayi
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kanker tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga dapat dialami oleh anak sejak usia bayi. Dokter Anak Konsultan Hematologi-Onkologi, dr. Anne Susanty, Sp.A(K)., M.Kes, menyebut pentingnya peran orangtua dalam mengenali gejala kanker pada anak sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Menurut dr. Anne, kanker pada anak adalah kanker yang terjadi pada usia di bawah 18 tahun.
Jenis dan karakteristiknya berbeda dengan kanker pada orang dewasa.
Perbedaan tersebut terlihat dari jenis kanker yang muncul, pola pertumbuhan sel kanker, hingga tata laksana penanganannya.
“Pada anak, jenis kanker yang paling sering ditemukan berbeda dengan orang dewasa. Pola pertumbuhan dan respons pengobatannya juga tidak sama,” ujarnya, Senin (19/1/2026).
dr. Anne mengutip, data menunjukkan bahwa kasus kanker pada anak di Indonesia masih tergolong tinggi.
Pada tahun 2020, lebih dari 11.000 anak di Indonesia terdiagnosis kanker untuk pertama kalinya.
Sementara itu, laporan GLOBOCAN tahun 2022 mencatat lebih dari 400.000 anak di Indonesia hidup dengan kanker.
"Adapun jenis kanker anak yang paling banyak ditemukan adalah leukemia," imbuhnya.
Setelah itu diikuti oleh retinoblastoma atau kanker mata.
Selain itu, terdapat pula jenis kanker lain seperti osteosarkoma atau kanker tulang, neuroblastoma, limfoma, dan jenis keganasan lainnya.
"Salah satu tantangan utama dalam mendeteksi kanker pada anak adalah gejalanya yang sering kali menyerupai penyakit infeksi biasa."
Beberapa gejala umum yang kerap muncul antara lain berat badan anak tidak bertambah, anak tampak pucat atau mengalami anemia, munculnya perdarahan di beberapa bagian tubuh, adanya benjolan, serta demam yang naik turun tanpa sebab yang jelas.
“Gejala kanker pada anak bersifat tidak spesifik dan sering baru terlihat jelas pada stadium lanjut. Pada tahap awal, keluhan ini sering disalahartikan sebagai infeksi biasa,” jelasnya.
| Mengapa Kanker Ginjal pada Anak Tak Terkait Pola Makan? Simak Penjelasan Medis Terkait Maturasi Sel |
|
|---|
| GEBRAKAN BEM Poltek STIA LAN Bandung di Rumah Pejuang Kanker Ambu hingga Berbagi Takjil Ramadan |
|
|---|
| Tribun Jabar Bersilaturahmi ke Diskominfo Indramayu, Sepakat Lanjutkan Kolaborasi |
|
|---|
| Yayasan RMHC Resmikan Rumah Singgah Terbesar di Kemanggisan: 66 Kamar Gratis untuk Pejuang Jantung |
|
|---|
| Kopjas BLM Kolaborasi dengan BPR Indramayu Jabar Salurkan Kredit bagi Pensiunan ASN dan TNI/Polri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-kanker-karsinoma-nasofaring.jpg)