Satu Lagi Pasien Positif Virus Corona di Jabar Meninggal, RSHS Masih Rawat 7 Pasien Positif Covid-19

Satu di antaranya meninggal dunia dan satu lainnya dinyatakan kembali negatif dan kondisinya membaik.

Satu Lagi Pasien Positif Virus Corona di Jabar Meninggal, RSHS Masih Rawat 7 Pasien Positif Covid-19
TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Rumah Sakit Hasan Sadikin, Kamis (21/12/2017). 
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin Bandung masih merawat tujuh pasien positif virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 sampai Kamis (19/3/2020).
Satu di antaranya meninggal dunia dan satu lainnya dinyatakan kembali negatif dan kondisinya membaik.
Direktur Perencanaan Organisasi dan Umum RS Hasan Sadikin, Kamaruzzaman, mengatakan terdapat 138 orang dalam pemantauan (ODP) yang sempat menjalani pemeriksaan di RS Hasan Sadikin.
Dari angka tersebut 110 orang menjalani rawat jalan dan 28 orang lainnya sempat diperiksa di IGD.
"Mereka ini sedang melakukan isolasi diri, self isolation, di rumah mereka masing-masing dan kami pantau terus," katanya di RS Hasan Sadikin, Kamis.
Kamaruzzaman mengatakan rumah sakitnya pun merawat 18 pasien dalam pemantauan (PDP).
Dari angka tersebut, 6 pasien di antaranya dirawat di Ruang Isolasi Infeksi Khusus Kemuning, dan 12 pasien lainnya di Ruang Isolasi Khusus Kemuning.
Dari 18 PDP tersebut, 7 di antaranya dinyatakan positif virus corona.
Ada lima laki-laki yakni berusia 25, 32, 41, 53, dan 53 tahun, juga dua perempuan berusia 17 dan 43 tahun.
"Satu orang (laki-laki) negatif, artinya sudah baik dan terus membaik, diharapkan kami pulangkan dalam waktu dekat. Hari ini juga kami sampaikan ada satu orang meninggal dunia, laki-laki usia 53 tahun, pukul 12.20," katanya.

 Rumah Sakit Hasan Sadikin Siapkan Skenario Jika Pasien Positif Virus Corona Membeludak

 Tiga Warga Kabupaten Bandung Positif Corona

RSHS Siapkan Skenario Jika Pasien Positif Membeludak

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin Bandung, Nina Susana Dewi, mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan tiga skenario dalam mengantisipasi penyebaran virus corona penyebab Covid-19 di Jawa Barat.

Nina mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan juga pemerintah pusat untuk bersiap menambah kapasitas penanganan pasien virus corona jika jumlahnya semakin bertambah.

"Berbicara mengenai pernyataan Pak Gubernur Jabar tentang rencana RS Hasan Sadikin menjadi rumah sakit Covid-19, kami dari direksi sudah membahasnya. Recana ini timbul karena kasus Covid 19 terus meningkat, angka kematian juga di Indonesia di atas 3 persen," kata Nina di RS Hasan Sadikin, Kamis (19/3).

Nina mengatakan Skenario 1 adalah penyiapan tempat tidur perawatan pasien Covid-19 sampai 29 unit.

Selama ini di lantai 1 Ruang Isolasi Infeksi Khusus Kemuning (RIKK) ada 5 ruang isolasi khusus yang selama ini dipakai pasien virus corona dan 24 kamar lainnya untuk pasien tuberculosis atau TBC.

"Skeneraio satu on progres, kami menggeser semua ruang isolasi TBC (dijadikan isolasi pasien virus corona), sehingga kami sudah ada 17 ruangan lagi, 12 ruangan masih dipakai pasien TBC. Skenario 1, dengan kerja sama alih rawat, 12 pasien ini dialihrawat keluar RSHS agar bisa jadi isolasi Covid-19," katanya.

Rencana penggeseran ruang perawatan TBC, ujarnya, masih dalam pembicaraan direksi dan pihak lain yang akan menampung 12 pasien TBC tersebut. Jika 29 ruang ini terpakai semua, Nina mengatakan akan menggunakan keseluruhan Gedung Kemuning yang terdiri atas 6 lantai dan 252 tempat tidur khusus untuk pasien Covid-19.

"Di skenario 2, kami rencananya mengalihkan ruang rawat (Gedung) Kemuning khusus untuk Covid-19, tapi tentu tidak semudah itu. Harus ada komitmen semua instansi, dari pemerintah pusat dan di bawahnya, untuk tanggulangi sama-sama. Kami juga butuh anggaran dan sarana sesuai mutu standar, kami mau tujuan keselamatan pasien dan karyawan tetap dilindungi, tidak tertular," katanya.

Seandainya jumlah pasien Covid-19 sudah lebih dari 300 orang, katanya, skenario selanjutnya adalah penggunaan gedung lain di lingkungan RS Hasan Sadikin untuk perawatan pasien Covid-19.

"Kita semua berdoa wabah selesai dan tidak terjadi hal yang terburuk. Ini tentu butuh dukungan semua, agar bisa melewati masa rumit dengan penanganan bersama," ujarnya.

Setiap skenario, katanya, diiringi penyesuaian zona merah, kuning, dan hijau, demi menjaga keamanan pasien laonnya di rumah sakit tersebut.

Zona merah hanya bisa diakses dokter dan perawat, zona kuning hanya bisa diakses petugas laboratorium dan petugas medis lainnya, zona hijau bisa diakses petugas administrasi.

RS Hasan Sadikin pun, katanya, sudah sangat mengurangi jumlah pengantar dan penunggu pasien, jadi hanya satu orang per pasien.

Besuk atau kegiatan menjenguk pun sudah tidak diperbolehkan lagi. (Sam)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved