BREAKING NEWS, Ini Syarat dan Panduan Salat Jumat di Jawa Barat dari Pemprov Jabar

Pemprov Jabar menerbitkan Surat Edaran sebagai protokol pelaksanaan salat jumat dan salat berjamaah

shutterstock
Salat jumat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemprov Jabar menerbitkan Surat Edaran sebagai protokol pelaksanaan salat jumat dan salat berjamaah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan bisa menjadi panduan di masjid-masjid di Jawa Barat.

Surat Edaran tersebut sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi wabah Corona Virus Disease-19 (Covid-19).

Karenanya, sangat terbuka untuk dimanfaatkan di kalangan masyarakat umum.

Surat tersebut menyatakan bahwa pelaksanaan salat jumat atau salat berjamaah harus memenuhi sejumlah persyaratan untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19.

IHSG Anjlok 5 Persen, Hari Ini Perdagangan Saham di Bursa Efek Indonesia Dibekukan Sementara

Di antaranya, salat jumat dilaksanakan dengan jamaah yang homogen atau tidak melibatkan orang atau jamaah di luar kelompok yang biasanya.

Surat tersebut menyatakan pihak pengelola masjid pun harus yakin tidak ada seorang pun suspect virus corona dalam kegiatan ibadah tersebut, demi menjaga kesehatan warga lainnya yang mengikuti salat berjamaah.

"Masjid untuk pelaksanaan Salat Jumat atau Salat Berjamaah, harus dibersihkan terlebih dahulu dengan disinfectan. DKM atau pengurus masjid menyediakan hand sanitizer dan pengukur suhu tubuh elektronik," kata Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja yang menyusun surat tersebut.

Setiap anggota jamaah yang akan melaksanakan salat jumat dan salat berjamaah pun diwajibkan membawa alas atau sajadah masing-masing. Dalam pelaksanaannya, jarak antaranggota jamaah baik pada saat ceramah maupun sedang melaksanakan salat adalah satu meter.

Pasien Suspect Corona Dipulangkan Rumah Sakit tapi Ditolak Warga Kampung, Terpaksa Menginap di Hotel

Dalam surat tersebut dinyatakan khutbah atau ceramah pun dilakukan sesingkat mungkin, paling lama 15 menit. Imam disarankan untuk membaca surat-surat pendek ketika salat.

Setiap jamaah tidak melakukan kontak langsung dengan sesama jamaah seperti bersalaman dan berpelukan. Setelah melaksanakan salat jumat atau salat berjamaah, semua jamaah harus membubarkan diri.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Jabar, Hermansyah, membenarkan keberadaan surat edaran tersebut untuk selanjutnya diikuti oleh semua instansi di lingkungan Pemprov Jabar, terutama di masjid-masjidnya yang biasa menyelenggarakan salat jumat.

"Artinya Pemprov Jabar telah membuat edarannya, dan bisa dijadikan acuan untuk masjid lainnya," katanya saat dihubungi, Kamis (19/3/2020).

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved