Minggu, 3 Mei 2026

Sembuh, Pasien 01 Sempat Nangis di RS karena Identitasnya Disebarkan, Ini Pesannya Bagi Masyarakat

"Saya selama diisolasi, seminggu saya nangis terus karena orang-orang yang menyebarkan identitas saya dan ibu saya," katanya.

Tayang:
Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: Hilda Rubiah
kompastv
Pasien virus corona beri keterangan dalam jumpa pers, Senin (16/3/2020). 

TRIBUNJABAR.ID - Pasien 01 telah dinyatakan sembuh dari virus corona. Begitu pula dengan pasien 02 dan 03 yang masih berkaitan dengan subklaster kasus pasien 01.

Dalam tayangan live KompasTV, wanita yang sebelumnya sempat dirawat di RSPI Sulianto Saroso itu menyampaikan pengalamannya selama menjadi pasien.

Selama seminggu setelah dinyatakan positif mengidap virus corona, ia sempat menanis.

Mentalnya begitu tertekan karena stigma yang diberikan masyarakat padahal ia hanya seorang pasien dan tidak melakukan tindakan kriminal.

Identitasnya yang seharusnya dilindungi tersebar dan memantik rekasi negatif dari masyarakat.

"Saya selama diisolasi, seminggu saya nangis terus karena orang-orang yang menyebarkan identitas saya dan ibu saya," katanya.

Dia merasa hal tersebut sangat mengganggu psikisnya.

Hal tersebut, katanya, membuat pasien dua kali menjadi korban.

Tak hanya itu, direct message media sosial dan WhatsApp dia dipenuhi pesan yang bertanya mengenai virus corona.

Tidak sedikit yang merasa takut identitasnya terbongkar padahal sudah ada niat untuk memeriksakan diri.

"Saya banyak dapat direct message di sosial meida, di WA (WhatsApp), banyak yang nanya ke saya, 'Mba gejalanya gimana? Saya mau cek tapi takut identitas kebongkar.

Dan untuk orang-orang di luar jangan menghakimi orang-orang yang positif Covid-19 dengan stigma negatif karena pasien akan menjadi korban dua kali," ujarnya.

tiga pasien virus corona sembuh, diberi hadiah jamu oleh Jokowi
tiga pasien virus corona sembuh, diberi hadiah jamu oleh Jokowi (KompasTV)

Dia berpesan agar masyarakat dan media tidak membuat pasien tertekan justru mereka seharusnya mendukung pasien yang sedang berjuang menyembuhkan diri.

"Saya ingin masyarakat dan media yang di luar untuk mendukung pasien yang di dalam karena menyebarkan info tidak akurat yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sangat ganggu psikis kami di dalam seperti indentitas kami yang bocor," katanya.

Dia mengatakan profesinya pun dicap buruk padahal ia selalu mengharumkan nama Indonesia dalam pekerjaannya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved