Developer Janji Selesaikan Masalah, Marketing Ditekan Jual Sisa Tanah dan Rumah untuk Tutup Utang

Pihak PT Bumi Convexindo selaku pengembang perumahan Bukit Cianjur Residence akhirnya angkat bicara

Developer Janji Selesaikan Masalah, Marketing Ditekan Jual Sisa Tanah dan Rumah untuk Tutup Utang
tribunjabar/ferri amiril mukminin
Kantor pemasaran Bukit Cianjur Residence di Kampung Cijeblog, Desa Mayak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Pihak PT Bumi Convexindo selaku pengembang perumahan Bukit Cianjur Residence akhirnya angkat bicara soal permasalahan sertifikat warga yang diagunkan ke bank hingga jatuh tempo dan rumah warga terancam dilelang.

Sandi (34) sebagai Marketing PT Bumi Convexindo selaku pengembang Bukit Cianjur Residence, mengatakan pimpinannya akan menyelesaikan satu persatu permasalahan di perumahan yang terletak di Kampung Cijeblog, Desa Mayak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.

"Saya mendesak pimpinan agar menyelesaikan permasalahan, karena saya harus kerja ekstra untuk menjual sisa kavling agar bisa menutup utang," ujar Sandi ditemui di kantor pemasaran Bukit Cianjur Residence, Jumat (13/3/2020).

Sandi mengatakan ia baru bekerja 10 hari dan memberanikan diri membuka kembali kantor pemasaran. Ia mengatakan semua pekerja marketing lama telah berhenti.

Titik Terang Pembunuhan Anjanii Bee, Polisi Dapat Rekaman CCTV, Terungkap Kegiatannya Sebelum Tewas

"Saya juga serang menempuh persyaratan dari BPN yang mengharuskan OSS, setelah itu baru akan dipecah sertifikat secara kolektif," ujar Sandi.

Menurutnya, pimpinannya saat ini menuruti apa yang ia minta. Sandi mengatakan pimpinan akan menebus hutang dengan berbagai cara, setelah ditebus baru akan diproses balik nama konsumen.

"Itu informasi dari direktur, makanya saya berani bekerja di sino untuk menjual sisa kavling dan rumah," katanya.

Ia kembali menyebut bahwa pemasaran baru 10 hari buka lagi dan minta kesabaran dari warga.

"Saat ini saya menggenjot lagi penjualan untuk menutup pembayaran yang tertunggak oleh direksi," katanya.

Ia mengatakan, aset tersisa dari tanah dan rumah saat ini yang belum terjual bisa mencapai Rp 30 miliar.

BREAKING NEWS, Gubernur Jabar Sarankan Laga Persib Bandung Tanpa Penonton

"Sayang kalau penjualan tak digenjot, saya baru marketing di sini, saya melihat kalau aset tersisa dan rumah terjual, bisa menutup hutang direksi," katanya.

Ia berharap nama baik perumahan kembali hingga mendatangkan pembeli untuk menutup masalah yang sudah terjadi.

"Saya baru di sini, tali kalau direksi komitmen mau menutup, saya bersedia kerja ekstra menjual sisa aset tanah dan rumah," katanya.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved